JAKARTA- Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tak pernah berhenti untuk terus berinovasi. Salah satunya dilakukan Hipzul Achmad Jabbar. Mahasiswa Departemen Sistem Informasi (SI) ini berhasil merancang sebuah sistem pendeteksi kesuburan tanah.
Pemuda yang akrab disapa Ijul mengatakan, pada sistem pendeteksi kesuburan tanah ini terdapat empat sensor yaitu kelembaban, PH, Electrical Conductivity (EC), dan suhu. Karena keempat indikator tersebut saling berkaitan, misalnya PH dengan EC karena di PH tertentu itu saling berkaitan dengan ion tertentu pula.
Baca Juga: Labib Ciptakan Alat Pendeteksi Ketersediaan Lahan Parkir di Mal
“Sehingga bisa mengontrol tanah tersebut cocok untuk tanaman apa atau karena kekurangan ion kemungkinan perlu ditambahkan pupuk untuk bisa merubah variabel seperti EC,” terangnya dikutip dari akun resmi ITS, Selasa (17/9/2019).

Untuk cara kerjanya, yaitu keempat sensor tadi ditancapkan ke tanah terlebih dahulu. Lalu data yang didapatkan akan otomatis dikirim ke arduino. Arduino merupakan sebuah microcontroller yang bersifat open source atau sumber terbuka yang ditujukan untuk membuat prototype peralatan elektronik. Menurutnya, alasan untuk memilih arduino karena lebih mudah dipakai untuk prototyping karena simpel dan kodingannya lebih mudah.
Baca Juga: Mahasiswa ITS Buat Kursi Roda Otomatis untuk Disabilitas
Setelah itu, arduino akan mengirimkan data ke aplikasi yang telah ia buat. Data yang dikirim ke server aplikasi tersebut menggunakan wifi. Karena biar terlihat lebih bagus dan tidak terlalu banyak kabel biar lebih wireless. Kemudian data yang telah dibaca sensor akan ditampilin ke aplikasi.