Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Made Adi, Wisudawan ITB Pemegang Hak Paten di Bidang Sistem Jaringan Internet

Feby Novalius , Jurnalis-Sabtu, 27 Juli 2019 |06:01 WIB
Made Adi, Wisudawan ITB Pemegang Hak Paten di Bidang Sistem Jaringan Internet
Foto: Made Adi Temukan Sistem Baru soa Jaringan Internet
A
A
A

JAKARTA - Di era digital ini, teknologi terus berkembang. Hal itu seiring perkembangan teknologi informasi dan jaringan internet. Penyebab perkembangan tersebut adalah kebutuhan akan efisiensi penggunaan internet untuk mengakses informasi yang terus meningkat.

Konektivitas dan jaringan internet merupakan hal mutakhir yang membuat Made Adi Paramartha Putra, wisudawan Program Pascasarjana (S2) Institut Teknologi Bandung meneliti dan menemukan suatu sistem terbaru mengenai jaringan internet yang belum diimplementasikan di Indonesia, yakni Simulation Code berdasarkan Least Recently Frequency used pada Named Data Network.

Baca Juga: Menuju Era Revolusi Industri 4.0, Tahu Dulu Apa Itu IoT!

Dia merupakan wisudawan dari jurusan Teknik Telematika dan Jaringan Telekomunikasi STEI ITB yang telah memiliki hak cipta atas penelitian yang dia lakukan bersama dua dosen pembimbing, yakni Prof. Dr. Ir. Nana Rachmana Syambas M.Eng., dan Hamonangan Situmorang ST, MT.

Jaringan (terutama internet) saat ini penuh dengan konten, data, dan informasi dari berbagai layanan. Hal ini menjadi dasar adanya Named Data Network (NDN). Kebijakan penggantian cache yang ada seperti Least Frequently Used (LFU) dan Least Recently Used (LRU) dinilai telah gagal memanfaatkan popularitas konten secara penuh, yang mengarah pada efisiensi cache yang rendah di jaringan internet yang dinamis.

Baca Juga: Misael Natanael, Wisudawan dengan IPK 3,99 Tertinggi di ITB

Oleh karena itu, dalam risetnya, Adi mengusung Named Data Networking (NDN), yaitu arsitektur jaringan content-oriented, yang dianggap cocok dengan tren penggunaan internet saat ini. Dalam risetnya, ia mengembangkan sebuah sistem jaringan internet yang mengkombinasikan kebijakan penggantian cache menjadi Least Recently Frequently Used (LRFU).

Kelebihan sistem yang ia kembangkan dibandingkan dengan sistem yang pernah ada ialah, dengan menjadikan sistem jaringan internet database di titik terdekat, sehingga tidak perlu request ke server pusat. Hal ini menjadikan efisiensi penggunaan akses internet menjadi 20%.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement