Dirinya menyebut kelebihan C-BOMS ini lebih ramah lingkungan, waktu proses jauh lebih singkat, dan tidak membutuhkan proses thermal yang dapat mendegradasi selulosa.
"Proses yang efektif dan efisien akan diperoleh dengan pemanfaatan teknologi yang tepat. C-BOMS memadukan antara treatment fisik Pulsed Electric Field dengan memberikan kejut listrik yang akan meningkatkan permeabilitas membrand dengan memperbesar pori-pori pada sel, serta treatment Natrium Hidroksida untuk mencapai seluruh bagian sel dan melarutkan lignin maupun zat pengotor lain," tuturnya.
Dengan demikian, akan terjadi proses yang dinamakan delignifikasi. Dari proses tersebut kandungan selulosa akan terpisah dari ikatan lignoselulosa dan lignin akan terlarut. Sehingga, kandungan selulosa akan meningkat. Hasil produk dari C-BOMS telah diuji menggunakan Scanning Electron Microscopy dan colorimetri.
“Semoga dengan adanya C-BOMS, dapat membantu mewujudkan visi Industri Hijau yang terintegrasi dengan Industri 4.0 dan juga mensejahterakan para petani dengan tetap meningkatkan proses produksi yang selaras dengan penjagaan terhadap lingkungan,” pungkasnya.
(Rani Hardjanti)