Gedung yang dia gunakan diakuinya memiliki kesulitan di atas rata-rata. Pasalnya gedung ini berbentuk kotak di bagian bawah, lalu meninggi ke atas berbentuk huruf L.
Selain itu, setidaknya ada enam perbedaan konstruksi. Seperti dalam satu gedung saja ada perbedaan ukuran balok dan besi yang digunakan. “Saya sudah meniatkan untuk melakukan yang terbaik di TA ini, semoga nantinya dapat berguna dan menjadi referensi untuk teman-teman yang ingin fokus pada metode konstruksi,” pungkasnya tersenyum.

Sekadar diketahui TA super tebal itu memiliki rincian seperti ini.
Bab I-III: halaman 1 hingga 152.
Bab IV- VIII: 153 sampai 2.893.
Sisanya adalah lampiran dan cover.
(Rani Hardjanti)