Sementara itu pada kompetisi Technical Challenge terdapat beberapa tantangan yang harus dilewati robot yaitu Push Recovery, Kicking from Moving Ball, High Kick, dan High Jump. Pada tantangan Kicking from Moving Ball, robot diletakkan pada titik penalti dan harus menendang bola dari pojok lapangan. Sebanyak tiga kali robot Ichiro berhasil menyelesaikannya. Kemudian pada tantangan Push Recovery, Robot Ichiro juga dapat meraihnya dengan sukses, namun pada dua tantangan terakhir High Jump dan High Kick Robot Ichiro tidak dapat menyelesaikannya.
Pada tantangan High Kick terdapat kesulitan untuk menyesuaikan posisi kaki dengan bola dan pada High Jump mengharuskan robot melompat setinggi-tingginya. Hal tersebut cukup berisiko karena dapat merusak robot tersebut, sehingga tim Ichiro memutuskan tidak mengikuti tantangan tersebut. “Meski hanya berhasil menyelesaikan dua tantangan, kami berhasil memperoleh juara pertama pada Technical Challenge kategori Teen Size ini,” tutur Ali dengan bangganya
Menurut mahasiswa D3 Teknik Elektro Otomasi ini, Tim Ichiro Teen Size ini memang mengalami beberapa perubahan mekanik yang cukup banyak di tahun ini, tujuannya agar dapat membuat robot yang lebih stabil dan lincah daripada tahun sebelumnya. Ketika diuji dalam perlombaan ini, robot tersebut memang lebih cepat dari tahun sebelumnya. “Namun masih lemah ketika bertabrakan dengan robot dari tim lain ketika pertandingan sehingga sering terjadi masalah mekanik,” imbuhnya.
Selain itu, lanjut Ali, pada tahun ini tim Ichiro Teen Size hanya membawa dua robot untuk ditandingkan, sedangkan tim dari negara lain membawa lebih dari tiga robot. Hal itu tentu membuat kompetisi menjadi lebih sulit bagi Tim Ichiro Teen Size dibanding tahun sebelumnya. “Namun di sisi lain yaitu algoritma bermain bola dan pendeteksian bola robot Ichiro Teen Size lebih bagus dibanding dari tim lain,” tandas mahasiswa tahun terakhir ini.
Selanjutnya pada kategori Kid Size terdapat 16 tim dari berbagai negara di antaranya yaitu Prancis, Iran, Jepang, China, Korea, Inggris, Selandia Baru, Rusia, dan lainnya. Hebatnya, tiga di antaranya berasal dari Indonesia yaitu dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Politeknik Negeri Batam (Polibatam) dan ITS. Sayangnya, usaha keras Ichiro pada kategori ini hanya mampu menembus sampai babak perempat final. Pada Technical Challenge Kid Size, Ichiro hanya sukses menduduki posisi ketiga.