Ia menambahkan, "Untuk itu, keahlian dan strategi dalam menangani kendaraan dan mengatur efisiensi energi merupakan keharusan guna membantu tim menjadi yang pertama dalam mencapai garis finis.”
Pada tahun-tahun sebelumnya, Indonesia umumnya unggul di kelas ICE (mesin pembakaran internal) dan listrik. Untuk itu, dengan masih minimnya teknologi di Asia dan Amerika, maka tantangan terbesar tim Indonesia adalah menghadapi lawan dari Eropa dan juga negara tetangga Singapura yang memiliki fasilitas Fuel-Cell yang mumpuni.
Kesuksesan Antasena diraih dengan kerja keras oleh kurang lebih 25 anggota tim yang terdiri dari tim teknis dan juga tim non-teknis yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Material dan Metalurgi, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Infrastruktur Sipil, Teknik Mesin Industri dan Manajemen Bisnis.
(Fakhri Rezy)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik