Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

UGM Bikin Mesin Daur Ulang Sampah Plastik

Koran SINDO , Jurnalis-Minggu, 30 Juni 2019 |13:19 WIB
UGM Bikin Mesin Daur Ulang Sampah Plastik
Ilustrasi Kantong Plastik (Foto: VOA Indonesia)
A
A
A

Proses kerja dan cara pengaplikasiannya mesin ini tidaklah sulit. Setiap orang bisa menggunakannya dengan mudah, bahkan tanpa bantuan dari orang lain sekalipun. “Plastik kresek dimasukkan ke dalam mesin, kemudian dicacah oleh pisau statis dan pisau dinamis,” kata Dosen UGM itu.

Ada tiga kategori mesin pencacah dalam setiap proses. Kategori mesin ini dibagi berdasarkan jumlah plastik yang akan dicacah dan hp yang dibutuhkan. “Ada tiga kategori mesin, kapasitas kecil 10-20 kg/jam dengan daya 3 hp, kapasitas sedang 20-40 kg/jam daya 4 hp, kapasitas besar 40-50 kg/jam daya 5 hp,” ungkapnya.

Meskipun mudah diapli ka sikan, tapi ada be - berapa hal yang harus diperhatikan. Keselamatan kerja menjadi faktor penting dalam menggunakan mesin ini. Selain itu, sampah plastik yang akan dicacah harus bersih dari logam dan batu agar tidak merusak mesin.

“Mesin ini menghasilkan cacahan plastik kresek yang bisa disesuaikan kebutuhannya, ukuran cacahan bisa disetel satu sampai empat milimeter. Sedangkan pada mesin pencacah plastik di pasaran biasanya menghasilkan ukuran sekitar 0,5 cm,” kata Muslim.

Mekanisme kerja mesin ini menggunakan motor listrik AC yang ditransmisikan menggunakan fan belt sehingga memutar poros pisau untuk mencacah plastik dengan roda gila yang berfungsi sebagai penyimpan inersia.

Kecepatan putar mesin antara 400- 1000 rotasi per menit (rpm). Kantong plastik atau lebih dikenal dengan istilah “kresek,” jarang sekali didaur ulang masyarakat maupun pabrik plastik. Sebagian besar kantong plastik digunakan sekali pakai, maksimal tiga kali jika tidak rusak atau robek.

Pengolahan sampah kantong plastik berbeda dengan botol atau gelas plastik. Sampah botol dan gelas plastik sering didaur ulang menjadi berbagai kerajinan, seperti mainan anak, bunga hias, hiasan lampu dan lain sebagainya.

“Plastik kresek ini kan sampahnya nggak ada yang mau, berbeda dengan sampah botol aqua, tapi plastik kresek ini kan nggak laku nggak ada yang mau, nggak ada kolektor yang mau menampung karena nggak laku,” ujar Muslim.

Muslim menceritakan tentang bangkai paus yang terdampar di perairan Pulau Kapota, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Ada sesuatu mengejutkan dengan isi perut paus. Saat dibedah, isi perut paus dipenuhi aneka ragam sampah yang sebagian besar adalah sampah plastik.

Penemuan itu menjadi salah satu indikator bahwa wilayah laut Indonesia dipenuhi dengan sampah plastik. Peningkatan polusi plastik di lautan semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya pencemaran, tapi juga rusaknya ekosistem makhluk hidup di lautan.

Menurut organisasi World Wide Fund for Nature (WWF), dunia kini memproduksi hampir 300 juta ton plastik setiap tahun. Sebagian besar dari jumlah itu adalah sampah yang tidak didaur ulang dan kebanyakan dibuang begitu saja ke laut.

Menyadari bahwa ancaman terus datang, Muslim ber ha rap inovasi ini mampu mendukung upa ya pemerintah mengatasi sampah plas tik dan mendorong pengolahan sampah plastik yang lebih baik di masa depan.

(Rani Hardjanti)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement