Ravik Karsidi Bantah Adanya Tradisi Alumni Jadi Rektor UNS

Bramantyo, Okezone · Selasa 26 Maret 2019 15:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 03 26 65 2035170 ravik-karsidi-bantah-adanya-tradisi-alumni-jadi-rektor-uns-9Di9reMMHT.jpg foto: Okezone

SOLO - Jamal Wiwoho yang saat ini masih menjabat sebagai Irjen Kemenristek Dikti RI terpilih sebagai rektor baru Universitas Sebelas Maret (UNS) menggantikan Prof Ravik Karsidi, dalam sidang senat tercepat yang hanya berlangsung tiga menit.

Namun keputusan itu memunculkan pertanyaan apakah hanya alumni UNS yang bisa menjabat sebagai orang nomor satu di kampus tersebut?

Sebelumnya, Ravik Karsidi menggantikan Samsulhadi sebagai Rektor UNS dua periode. Dia juga merupakan alumni UNS. Saat pemilihan rektor periode 2019-2023, diikuti lima kandidat sebelum tersaring menjadi tiga kandidat, yaitu Prof Jamal Wiwoho, Prof Sutarno dan Prof Widodo Muktiyo.

Dari tiga kandidat, hanya Prof Widodo Muktiyo lah yang bukan alumni UNS. Prof Widodo merupakan alumni dari Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta. Sedangkan dua kandidat lainnya, Prof Jamal Wiwoho dan Prof Sutarno merupakan alumni UNS.

Baca Juga: Jamal Wiwoho Terpilih Jadi Rektor Baru UNS

Rektor UNS Ravik Karsidi membantah adannya keharusan pucuk pimpinan tertinggi di UNS dipegang oleh alumni UNS. Menurut Ravik, alumni universitas manapun bisa menjabat di UNS.

"Sebenarnya di UNS itu tidak kita tanamkan (alumni yang menjabat). Misal, Prof Suntoro, dia alumni Universitas Gajah Mada, tapi bisa jadi ketua senat, itu tidak apa-apa. Artinya, kita tidak cari eklusif hanya alumni yang bisa menjabat. Itu tidak kita bentuk," papar Ravik saat konferensi usai sidang senat pemilihan rektor, Selasa (26/3/2019).

Menurut Ravik, meskipun dirinya merupakan alumni pertama yang menjabat sebagai rektor UNS, namun bukan berarti tradisi alumni yang harus kembali menjabat sebagai rektor UNS.

Baca Juga: Berjasa di Bidang Pendidikan dan Budaya, UNS Beri Penghargaan ke Paku Buwana XII

"Itu proses alami, sama sekali kita tidak melakukan pemisahan rektor UNS, harus rektor UNS. Tidak-tidak. Di sini semua citivitas akademi UNS dan siapapun bisa menjabat di UNS," ujarnya.

Ravik menambahkan, UNS bisa seperti sekarang itu juga karena adannya keterlibatan alumni lain di UNS. Tanpa bantuan dari alumni universitas lain dan hanya mengandalkan alumni dari UNS saja, ungkap Ravik, UNS tidak bisa seperti saat ini.

"Kita banyak dibantu dari Gajah Mada, UMY dan universitas yang lain. Makannya UNS bisa menjadi besar. Kalau kita lihat sekarang di UNS itu seluruh dosennya, fifty fifty. Kalau dari UNS semua itu tidak bagus. Rektor UNS harus alumni UNS, itu malah jadi eklusif dan itu tidak bagus," pungkasnya.

(rhs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini