Di samping Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) khususnya untuk bencana Hidrometeorologi yang dikembangkan oleh Tim ITB untuk BNPB, dirinya bersama Tim ITB juga telah mengembangkan sistem informasi Flood Early Warning and Early Action (FEWEAS) untuk mitigasi banjir di wilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo dan Citarum, berbasis web , Android, dan iOS.
“FEWEAS didukung penuh oleh Federasi Palang Merah dan Bulat Sabit Internasional (IFRC) dan Palang Merah Indonesia (PMI). Sistem Informasi Cerdas Agribisnis (SICA) untuk menentukan pola tanam secara tepat juga menjadi bagian dari produk unggulan ITB,” tambah Armi.
Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel memberikan apresiasi khusus untuk produk teknologi ITB tersebut. “Festival yang sangat ramai dikunjungi oleh warga Arab Saudi dan Timur Tengah ini memberikan persepsi kuat bahwa Indonesia memiliki banyak keunggulan dan kecanggihan teknologi kelas dunia di samping kekayaan seni dan budaya,” jelasnya.
Dubes berharap akan ada tindak lanjut dan kerja sama yang lahir dari keikutsertaan Indonesia dalam festival tahunan bergengsi ini. Dubes percaya ITB mempunyai kapasitas kelas dunia untuk membantu negara Arab Saudi khususnya dan negara Timur Tengah lainnya dalam bidang kebencanaan.
(Sucipto)
(Rani Hardjanti)