“Sistem online serta warning tersebut berjalan secara otomatis dan dijalankan 24 jam oleh server komputer dari Indonesia,” papar Armi.
Menurut dia, sistem informasi tersebut dirancang untuk mampu secara tepat memprediksi lokasi dan waktu kejadian badai pasir yang akan terjadi hingga tiga hari ke depan, termasuk tiga potensi bencana lain.
Di masa mendatang, informasi prediksi kebencanaan tersebut diprediksi akan bisa mengurangi potensi bencana dan kerugian di wilayah Arab Saudi.
“Umat yang melakukan ibadah umrah bisa memanfaatkannya. Sistem informasi online ini dirancang sangat user friendly dan mudah dipahami oleh orang awam sekalipun,” imbuhnya.
Armi menambahkan, ITB membuka peluang kerja sama melalui Otoritas Umum untuk Meteorologi dan Perlindungan Lingkungan guna membangun sistem cerdas tersebut lebih lanjut sesuai kebutuhan masyarakat dan Pemerintah Arab Saudi.
