YOGYAKARTA – Konsekuensi yang paling sering terjadi akibat stroke adalah hemiplegia dan hemiparesis. Hemiplegia adalah jika satu tangan atau satu kaki atau bahkan satu sisi wajah menjadi lumpuh dan tak dapat bergerak sementara hemiparesis terjadi bila satu tangan atau satu kaki atau satu sisi wajah menjadi lemah, namun tak sepenuhnya lumpuh.
Ada berbagai terapi yang biasa dilakukan, mulai dengan menggerakkan bagian tubuh yang lumpuh hingga dengan bantuan terapis.
Baca Juga: 3 Mahasiswa UNY Ciptakan Robot yang Bisa Cek Rel KA
Peran teknologi tentu sangat dibutuhkan untuk memudahkan dalam pelatihan, monitoring, pengontrolan dan membantu pasien secara otomatis. Berawal dari kondisi ini keempat mahasiswa program studi teknik elektro fakultas teknik Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menciptakan inovasi yang diberi nama ATASI (Alat Terapi Otot dan Sendi) bagi penderita stroke dengan kontrol dari smartphone Android.
Mereka adalah Singgih Bekti Worsito, Hernawan Prabowo, Anggun Fitria Agung, Muhammad Giffari Anta Pradana dan dibawah bimbingan dosen Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Fakultas Teknik UNY Muhammad Ali, M.T.
