Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

SMAN 1 Semarang Beberkan Kasus Kekerasan Pengurus OSIS

Antara , Jurnalis-Jum'at, 02 Maret 2018 |18:57 WIB
SMAN 1 Semarang Beberkan Kasus Kekerasan Pengurus OSIS
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
A
A
A

Dwi, orang tua siswa lain korban bullying mengaku anaknya kerap pulang malam sejak mengikuti kegiatan OSIS dan ponselnya tidak bisa dihubungi, namun saat ditanya tidak menjawab apa-apa.

"Kalau pas sekolah, ponselnya masih bisa dihubungi. Namun, setelah pulang sekolah malah tidak bisa. Saya bilang, 'Sekolah model opo? Pulangnya malem terus'. Namun, tidak ada jawaban memuaskan," katanya.

Selain itu, Dwi membenarkan jika anaknya juga pernah mengalami sakit sampai diperiksakan laboratorium dan hasilnya tidak apa-apa, tetapi sebagai ibu merasa pasti ada yang tidak beres.

(Susi Fatimah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement