“Untuk mengatasi hal tersebut maka jangan lakukan kutipan secara langsung yang sama persis. Lihatlah terlebih dahulu kata kunci dari kalimat yang akan dikutip, lalu kemudian buatlah paraphrase dari kalimat tersebut sehingga tidak akan mengubah makna dari kalimat,” imbuhnya.
Ada lagi hal penting yang tidak boleh dilupakan, yakni kajian pustaka. Kemajuan teknologi sangat diperlukan dalam hal ini, sebab sangat mungkin bagi peneliti untuk membuat perpustakaan maya sendiri.
Tambah Dr. Nuryakin, semua itu harus dikemas dalam proses menulis kreatif. Proses ini memerlukan perujukan, penegasan, dan penguatan dari para pendahulu, atau sumber-sumber kuat penelitian sebagaimana mestinya karya ilmiah.
Terakhir, ia mengingatkan agar para peneliti tak perlu terlalu banyak menulis pendahuluan yang bertele-tele. “Banyak mahasiswa membuat parade jurnal dengan alasan supaya karya ilmiahnya terlihat banyak dan tebal. Padahal sebenarnya hal tersebut justru menjadikan nilai jual jurnal turun dan memang itu tidak seharusnya dilakukan,” tegasnya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik