JAKARTA – Gempa bumi menjadi bencana alam yang sering dialami sejumlah wilayah di Tanah Air. Namun siapa sangka, rawannya peristiwa tersebut justru membuat mahasiswi asal Myanmar tertarik meneliti lebih dalam tentang gempa.
Perempuan yang memiliki nama lengkap Khin Myo Tun itu menyusun disertasi tentang bahaya seismik di kawasan Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penelitian ini kemudian mengantarkannya meraih gelar doktor dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui ujian terbuka program doktor Teknik Geologi.
"Dari mikrozonasi menggunakan metode simple additive weighting (SAW) yang dilakukan di Kota Ende diketahui bahwa terdapat sejumlah daerah yang berada di zona kerentanan tinggi bahaya gempa bumi. Beberapa area tersebut adalah Mautapaga Bawah, Ende, Koponggena, Lapangan Terbang Ipi, Ipi, Pelabuhan Ipi, Watujara, serta Bajawa," terangnya, mengutip dari laman resmi UGM, Rabu (22/2/2017).
Khin Myo Thun menjelaskan, dari hasil membandingkan riset, gempa bumi berkekuatan 7,8 SR pada 12 Desember 1992 dengan penelitiannya menunjukkan ada kesamaan antara level yang lebih tinggi di daerah rentan bahaya gempa bumi. Artinya, sejumlah daerah rentan terhadap bahaya gempa.
"Risiko tinggi kerusakan terjadi pada lapisan sedimen lunak, seperti pasir, material deposit sungai, dan pasir besi. Daerah dengan kondisi batuan atau lapisan tersebut memiliki potensi tinggi terjadi kerusakan akibat gempa bumi," pungkasnya. (ira)
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik