Advertisement
Advertisement

Profil dan Pendidikan Kimi Antonelli, Juara Dunia F1 2026 yang Cetak Sejarah Jadi Pemenang Termuda Sepanjang Masa

Djanti Virantika , Jurnalis-Selasa, 03 November 2026 |16:13 WIB
Profil dan Pendidikan Kimi Antonelli, Juara Dunia F1 2026 yang Cetak Sejarah Jadi Pemenang Termuda Sepanjang Masa
Kimi Antonelli juara dunia F1 2026. (Foto: Instagram/@kimi.antonelli)
A
A
A

PROFIL dan pendidikan Kimi Antonelli menarik diulas. Sosoknya tengah menjadi sorotan dunia setelah berhasil mencetak sejarah sebagai juara dunia F1 2026.

Pembalap muda asal Italia yang memperkuat Mercedes-AMG Petronas tersebut sukses mengamankan gelar juara dunia F1 pertamanya. Kepastian itu didapat usai finis di posisi ketiga pada Grand Prix Mexico City, Minggu 1 November 2026.

Kimi Antonelli (Instagram/@mercedesamgf1)

Pencapaian tersebut terasa istimewa karena Kimi berhasil meraih gelar juara dunia saat usianya baru 20 tahun 68 hari. Ia sekaligus memecahkan rekor Sebastian Vettel yang sebelumnya tercatat sebagai juara dunia Formula 1 termuda pada usia 23 tahun 134 hari.

Keberhasilan ini menjadi puncak perjalanan panjang Kimi di dunia balap. Sejak masih kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikan terhadap motorsport dan mengikuti berbagai kompetisi gokart sebelum akhirnya menapaki jenjang balap profesional.

Di balik prestasinya, banyak yang penasaran dengan sosok Kimi Antonelli, mulai dari profil pribadi, latar belakang keluarga, hingga pendidikan yang ditempuhnya sebelum menjadi salah satu pembalap paling bersejarah di Formula 1.

1. Profil Kimi Antonelli

Andrea Kimi Antonelli merupakan pembalap profesional asal Italia yang lahir di Bologna pada 25 Agustus 2006. Ia lebih dikenal dengan nama Kimi, yang sebenarnya merupakan nama tengahnya.

Kimi tumbuh dalam keluarga yang memiliki kedekatan dengan dunia motorsport. Ayahnya, Marco Antonelli, merupakan mantan pembalap yang juga mengelola tim balap AKM Motorsport.

Lingkungan keluarga tersebut turut memperkenalkan Kimi pada dunia balap sejak usia dini. Ia mulai mengendarai gokart ketika berusia sekitar tujuh tahun dan mengikuti berbagai kompetisi junior.

2. Pendidikan Kimi Antonelli

Sejak kecil, Kimi sudah menjalani pendidikan dan pembinaan khusus di dunia motorsport. Ia mulai menekuni gokart pada usia tujuh tahun dan berkembang melalui berbagai kejuaraan balap junior.

Pada April 2019, ketika berusia 12 tahun, Kimi bergabung dengan Mercedes Junior Programme. Program pembinaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya menuju Formula 1.

Melalui program tersebut, Antonelli mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan mengemudi, memahami karakter mobil balap, serta mempelajari berbagai aspek teknis dan strategi kompetisi. Dengan jadwal latihan dan kompetisi yang semakin padat, dunia balap menjadi bagian besar dari perjalanan masa mudanya.

3. Perjalanan Karier Kimi Antonelli Sebelum Menjadi Juara Dunia

Sebelum mencapai Formula 1, Kimi lebih dahulu membangun reputasi melalui berbagai kejuaraan gokart dan balap mobil junior. Pada 2019, ia memenangkan WSK Euro Series dan Super Master Series kategori OK Junior.

Setahun kemudian, ia berhasil meraih gelar FIA Karting European Championship dan WSK Euro Series di kategori OK. Kariernya kemudian berkembang pesat setelah memasuki kompetisi mobil formula.

Pada 2022, Kimi tampil bersama PREMA Racing dan berhasil memenangkan kejuaraan Italian F4 serta ADAC Formula 4. Ia mencatatkan total 22 kemenangan dari kedua kejuaraan tersebut.

Setahun berikutnya, ia kembali menunjukkan kemampuannya dengan memenangkan Formula Regional Middle East Championship dan Formula Regional European Championship by Alpine (FRECA). Pada 2024, Kimi melangkah ke Formula 2 bersama PREMA Racing. Ia berhasil meraih kemenangan sprint race di Silverstone dan feature race di Hungaroring.

Perkembangan tersebut membuat Mercedes semakin yakin untuk memberikan kesempatan kepadanya tampil di Formula 1. Alhasil, dia akhirnya bisa debut dan jadi juara dunia di F1.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement