PROFIL dan pendidikan Rivan Nurmulki menarik diulas. Sebab, sosoknya kembali menjadi perhatian pencinta bola voli setelah kembali memperkuat klub Vietnam, The Cong Tan Cang.
Rivan menggila pada putaran kedua Liga Voli Vietnam 2026. Kehadiran pemain andalan Indonesia tersebut menjadi salah satu daya tarik kompetisi yang berlangsung pada 28 Oktober hingga 8 November 2026.

Rivan bukan sosok baru di kompetisi internasional. Ia telah merasakan atmosfer liga voli Thailand dan Jepang sebelum kembali tampil di Vietnam. Pengalamannya bermain di luar negeri membuatnya menjadi salah satu pevoli Indonesia yang memiliki perjalanan karier menarik.
Di balik kiprahnya di lapangan, profil dan pendidikan Rivan Nurmulki juga menarik untuk disimak. Berikut biodata, perjalanan pendidikan, dan kariernya di dunia bola voli, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.
Rivan Nurmulki merupakan pemain bola voli profesional asal Indonesia yang dikenal menempati posisi opposite hitter. Posisi tersebut memiliki peran penting dalam menghasilkan poin melalui serangan dari sisi berlawanan dengan setter.
Rivan lahir di Bangko, Kabupaten Merangin, Jambi, pada 16 Juli 1995. Ia memiliki postur tubuh sekitar 198 cm yang mendukung perannya sebagai penyerang.
Rivan pun punya karier gemilang. Saat mentas di lapangan, dia bisa tampil ciamik hingga bahkan pernah mencatatkan jangkauan spike mencapai 360 sentimeter.
Di tengah kesibukannya sebagai atlet profesional, Rivan juga menempuh pendidikan formal. Ia merupakan lulusan Universitas Yos Sudarso Surabaya.
Meski demikian, informasi terperinci mengenai program studi, tahun kelulusan, dan riwayat akademiknya belum banyak dipublikasikan secara terbuka. Perjalanan Rivan menunjukkan bahwa karier sebagai atlet profesional juga dapat berjalan beriringan dengan pendidikan formal.
Perjalanan Rivan menuju panggung bola voli profesional bermula ketika ia masih remaja. Dilansir dari Federasi Bola Voli Internasional (FIVB), Rivan mulai bermain bola voli saat duduk di bangku sekolah menengah.
Bakatnya mulai menarik perhatian ketika mengikuti turnamen tingkat sekolah di Jambi. Seorang pencari bakat dari klub Surabaya Samator kemudian melihat potensinya dan menawarkan kesempatan untuk bergabung.
Pada awalnya, Rivan mengandalkan postur tubuh dan kekuatan pukulan. Ia kemudian mengembangkan kemampuan teknik dasar melalui latihan intensif bersama klub.
Kesempatan tersebut menjadi titik penting dalam kariernya. Rivan bergabung dengan Surabaya Samator dan mulai meniti jalan sebagai pemain profesional, sebelum akhirnya mendapatkan kesempatan memperkuat tim nasional Indonesia.