Penggunaan TIK di Sekolah Belum Komprehensif

Afriani Susanti , Okezone · Rabu 09 November 2016 19:04 WIB
https: img.okezone.com content 2016 11 09 65 1537093 penggunaan-tik-di-sekolah-belum-komprehensif-19BZOmBzPi.jpg Foto: Afriani Susanti/Okezone

JAKARTA – Pelajaran tentang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) seharusnya bisa diterapkan di semua sekolah. Pasalnya, saat ini kita sudah hidup di zaman digital, di mana hampir semua orang dituntut untuk paham dalam penggunaan teknologi. Namun sayangnya, tidak semua sekolah memiliki fasilitas yang memadai dalam pembelajaran TIK.

Senior Advisor for Knowledge Management and Communication ACDP Indonesia, Totok Amin Soefijanto, menuturkan ada sejumlah sekolah yang belum komprehensif dalam penggunaan TIK di sekolah mereka.

“Bahkan penggunaan TIK di sekolah tidak komprehensif. Hanya dibuat sebuah aturan tapi tidak diberikan pelatihan sehingga sistem yang ada juga tidak ada dukungan,” ungkapnya di Perpustakaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Totok menjelaskan ada ratusan sekolah yang belum memiliki kesertaraan dalam fasilitas dalam TIK-nya. “Ada yang ironis dalam pendidikan kita ini. Melihat sekira 107 Sekolah Dasar (SD) dan 113 Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak setara,” ujarnya.

Dalam penggunaan TIK di sekolah ada beberapa hal yang juga harus diperhatikan selain pada infrastrukturnya. Harus ada dukungan lainnya yang diberikan supaya pembelajaran TIK di sekolah bisa berjalan degan baik.

“Support seperti listrik, juga tidak ada. Terdapat ribuan sekolah yang belum teraliri listrik. Sehingga infrastruktur yang mendasar itu yang tidak memadai tidak ada di sekolah,” jelasnya.

Ditambah lagi, hampir 50% guru dan kepala sekolah (Kepsek) di Indonesia tidak menggunakan internet maupun e-mail dalam kegiatan pembelajara dan komunikasi mereka. “Kalau guru tidak menggunakan e-mail itu kan akan sulit,” imbuhnya.

Totok menambahkan tantangan di dunia TIK sangatlah besar. Persaingan sangat terlibat pada negara-negara tetangga yang sangat ketat.

“Baik dalam penggunaan TIK dan ilmunya itu, tantangannya sudah sangat ketat,” pungkasnya. (afr)

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini