Share

Mahasiswa Semarang Ciptakan Alat Pengontrol Parkir Pakai HP

Taufik Budi, Sindo TV · Jum'at 02 September 2016 09:03 WIB
https: img.okezone.com content 2016 09 01 65 1478659 mahasiswa-semarang-ciptakan-alat-pengontrol-parkir-pakai-hp-fnzhHXwS0o.jpg Foto: Taufik Budi/Okezone

SEMARANG - Tiga mahasiswa Universitas Nian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Jawa Tengah menciptakan alat pengontrol parkir melaui website. Dengan alat tersebut, konsumen bisa langsung mengetahui lahan parkir yang kosong hanya dengan mengaksesnya melalui telefon genggam.

Selain memudahkan konsumen, pihak pengelola juga tak perlu menyediakan banyak juru parkir. Pasalnya, juru parkir itulah yang menjadi penunjuk bagi konsumen untuk memarkirkan kendaraannya. Mereka harus mengarahkan sejumlah kendaraan konsumen menuju area yang masih tersedia.

“Persoalan akan muncul (di lahan parkir konvensional), jika banyak kendaraan datang bersamaan sementara jumlah juru parkir sangat terbatas. Itulah mengapa kami menciptakan alat pengontrol parkir otomatis berbasis website,” kata Muhammad Hardi, kepada Okezone, belum lama ini.

Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika itu menyampaikan, cara kerja alat tersebut cukup mudah, yakni setiap pengguna cukup mengakses website melalui ponsel atau komputer. Dari situ akan terlihat informasi jumlah area parkir kosong serta kendaraan yang hendak atau meninggalkan lahan parkir.

“Setelah memastikan terdapat area parkir kosong, pengguna bisa langsung masuk dengan menekan tombol entry. Seketika informasi di website akan berubah, yakni terdapat kendaraan yang masuk lahan parkir,” lugasnya.

Setiba di area parkir kosong, tombol parkir secara otomatis tertekan berat kendaraan sehingga informasi di website menunjukkan lokasi parkir telah terisi. Kemudian, saat kendaraan akan meninggalkan lokasi parkir, pengguna akan menekan tombol keluar (exit).

“Nanti di website juga akan menginforasikan terdapat area parkir yang masih kosong. Makanya dengan alat tersebut, selain memudahkan konsumen pengelola juga tak perlu menyediakan banyak juru parkir,” tambah rekan satu timnya, Muhammad Firdaus.

Pembuatan alat bernama “Smart Park” tersebut membutuhkan waktu hingga enam bulan, karena harus melakukan pengamatan dan penelitian di lahan parkir. Kemudian mereka berbagi tugas untuk membuat perangkat kerasnya, termasuk jenis dan jumlah sensor yang digunakan.

“Kalau yang membuat program (software) teman satu lagi, Abdul Ghofar. Dia yang membuat desain tampilan website biar kelihatan bagus saat diakses pengguna. Kita sekarang juga sedang meneliti penggunaan sensor kamera untuk mendeteksi kendaraan yang parkir,” tambah Firdaus.

Sementara itu, Humas Udinus, Agus Triyono, menyatakan, pihak kampus berjanji akan mengembangkan inovasi tersebut agar bisa diaplikasikan secara nyata. Pihaknya akan menggandeng pusat perbelanjaan yang kerap kesulitan mengelola lahan parkir, karena banyaknya pengunjung.

“Ke depan, kita akan bekerja dengan stakeholder dan user-user lain khususnya pengguna Smart Park untuk dikembangkan bukan hanya dalam prototipe seperti ini. Intinya kita ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat luas, sehingga mereka tak akan kesulitan ketika akan menggunakan fasilitas parkir,” tandasnya.

(sus)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini