Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Tiga Mahasiswa Capai Puncak Himalaya

Nur Syafei , Jurnalis-Senin, 11 April 2016 |16:20 WIB
Kisah Tiga Mahasiswa Capai Puncak Himalaya
Tiga mahasiswa Untag yang berhasil mencapai puncak Gunung Himalaya, Nepal. (Foto: Pataga Untag)
A
A
A

SURABAYA - Tiga mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya berhasil menaklukan Puncak Mera Peak, Gunung Himalaya, Nepal, yang memiliki ketinggian 6.476 meter di atas permukaan laut (mdpl). Tim pecinta alam yang terdiri atas Lanang Bumi Galuh, Soleman Bomen, dan Ezra Dwijoyo itu mengaku, mendapat banyak tantangan sebelum pada akhirnya berhasil mencapai pucak salah satu gunung tertinggi di dunia tersebut.

Ketiganya menceritakan, pada saat mendaki di ketinggian 5.800 mdpl, perjalanan terhambat oleh badai salju yang terjadi secara tiba-tiba. Demi keamanan, akhirnya mereka pun memutuskan kembali ke base camp dan menunggu hingga badai mereda.

Selain gangguan alam, para pendaki tersebut juga sempat merasa pusing dan hilang nafsu makan. Bagaimana tidak, pendakian dengan medan berselimut salju tersebut menghabiskan waktu selama 26 hari untuk sampai ke puncak.

Ketika sudah berhasil mencapai Puncak Mera Peak, ketiga mahasiswa tersebut tak lupa mengibarkan bendera kebangsaan merah putih dan bendera almamater kampus. Atas keberhasilannya memijakkan kaki di puncak Himalaya, mereka merasa sangat puas. Pasalnya, perjuangan mencapai ke sana membutuhkan banyak energi dan juga mempertaruhkan nyawa.

Semangat ketiga mahasiswa pendaki pecinta alam Pataga Surabaya ini kemudian patut menjadi contoh agar dalam menjalani hidup harus berjuang dan tidak mudah menyerah. Apalagi jika itu semua dilakukan untuk mewujudkan cita-cita menjadi kenyataan.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement