SURABAYA - Banyak guru di Indonesia berlatar belakang pendidikan non-keguruan. Padahal, menjadi guru tidak hanya membutuhkan penguasaan bidang ilmu masing-masing, melainkan berbagai ilmu pendidikan, khususnya bagi guru SD.
Rektor Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya, Prof. Ir. Rolly Intan, M.A.Sc.Dr.Eng, menjelaskan, pendidikan strata-1 memang memberikan penguasaan bidang ilmu masing-masing, namun tidak memberikan dasar pemahaman yang kuat mengenai berbagai hal mendasar yang dibutuhkan di SD.
"Misalnya, pemahaman tentang tahap perkembangan anak termasuk berkebutuhan khusus, pengasuhan anak, cara penyampaian materi pelajaran pada anak, serta transformasi karakter anak didik," kata Rolly, Kamis (24/12/2015).
Menanggapi hal ini, Fakultas Ilmu Pendidikan UK Petra terpanggil untuk menjawab kebutuhan menghadirkan pendidik-pendidik yang beriman, berintegritas, berkualitas, berkarakter dengan komitmen profesional, yang berdedikasi untuk menerapkan nilai-nilai sebagai panggilan hidupnya demi melayani generasi muda, menjadi berkat bagi bangsa dan negara Indonesia. Berdasarkan Surat Keputusan dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI No. 47/QPT/I/2015 tertanggal 15 September 2015, UK Petra pun membuka satu program studi (prodi) baru di penghujung 2015 yaitu Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PG SD).
Prodi PGSD ini dijadwalkan memulai perkuliahan pada September 2016. Para mahasiswanya akan menempuh studi selama delapan semester. Rolly menjelaskan, sistem kuliahnya tidak hanya secara text book tetapi memberikan juga keterampilan penelitian inovatif dan kreatif yang berbasiskan pembelajaran peduli pada sesama (service learning).