Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Robot Penyaring Udara dari Lidah Mertua

Iradhatie Wurinanda , Jurnalis-Senin, 16 November 2015 |06:42 WIB
Robot Penyaring Udara dari Lidah Mertua
Alat penyaring udara dari tumbuhan lidah mertua. (Foto: dok. SMK Kedungwuni)
A
A
A

JAKARTA - Kebakaran hutan yang menyebabkan kabut asap di beberapa daerah Sumatera dan Kalimantan menjadi salah satu masalah yang sedang dihadapi Indonesia saat ini.

Penyaring udara menjadi salah satu solusi untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan tubuh. Seperti invensi yang dilakukan oleh Bayu Aji Setyawan dan Galih Yuli Dwiatmaja, yakni robot penyaring udara. Uniknya, penyaringan pada alat ini menggunakan bahan baku dari tanaman lidah mertua.

"Ada sensor yang mendeteksi sumber polusi secara otomatis. Kemudian kalau sudah terdeteksi akan mengirim sinyal sehingga pada LCD yang ada di atasnya bisa tertera berapa intensitas polusinya," ujar Galih di Gedung LIPI Jakarta belum lama ini.

Ketika polusi tinggi, robot akan mengeluarkan bunyi kamudian udara yang kotor akan disedot untuk disaring. Galih menjelaskan, volume udara yang bisa disaring disesuaikan dengan indoor atau outdoor. Selain itu, besar volume tergantung baterai.

"Baterai bisa di-charge, kurang kebih bisa bertahan dua sampai tiga jam. Secara sederhana sistem robot ini menyedot, masuk, dan menyaring," tuturnya.

Alumnus SMK Negeri 1 Kedungwuni Kabupaten Pekalongan itu menerangkan, pemilihan lidah mertua sebagai bahan penyaring lantaran tanaman tersebut punya sistem penyerapan. Ciri lidah mertua yang memang sudah menyerap itu jika diaktifasi maka akan semakin bagus.

"Lidah mertua dioven lalu dikeringkan. Kemudian diaktifasi menggunakan H2NO4 lalu dikeringkan lagi dan diberi akua demeneralisata, kemudian dalam bentuk bubuk dimasukkan ke braket yang dipasang pada robot," paparnya.

Braket tersebut, ucap Galih, mampu bertahan selama enam bulan. Adapun beberapa polusi yang bisa dibersihkan menggunakan alat ini, yaitu asap rokok, kendaraan, kebakaran, serta industri.

"Tujuan invensi ini secara desain direkomendasikan untuk rumah atau perkantoran. Tapi kalau untuk tempat yang luas seperti outdoor masih perlu dikembangkan, meski konsepnya sama, hanya desainnya mungkin akan beda," pungkasnya.

(Rifa Nadia Nurfuadah)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement