JAKARTA - Pengalaman berharga bertemu dengan tokoh-tokoh penting dan kesempatan meliput berbagai peristiwa menjadi daya tarik bagi beberapa orang yang ingin berkarier sebagai jurnalis. Enggak heran, jurusan jurnalistik atau komunikasi di setiap universitas kerap menjadi favorit bagi para lulusan SMA.
Hal tersebut juga dirasakan Naomi Indartiningrum. Sejak SD, cewek berkacamata ini sudah bercita-cita menjadi seorang wartawan. Sayangnya, orangtua Naomi tidak pernah mengizinkan lantaran menilai bahwa pekerjaan jurnalis cukup menguras tenaga, sedangkan gajinya tidak terlalu besar.
Meski demikian, Naomi mengatakan, semakin besar dia semakin tertarik dengan dunia jurnalistik. Bahkan, saat masuk SMP Naomi mulai suka menulis dan terus mengembangkan hobinya tersebut.
"Sampai kuliah tetap saja enggak diizinkan masuk jurusan jurnalistik atau komunikasi. Akhirnya aku ambil bisnis," tutur Naomi kepada Okezone belum lama ini.
Beruntung, keputusan mengambil kuliah bisnis tidak membuat mahasiswi Prasetiya Mulya School of Business Economics ini merasa salah jurusan. Justru sebaliknya, Naomi mengaku kesempatan belajar jurnalistik semakin terbuka.
"Enggak tahu kenapa pas ambil jurusan bisnis kesempatan belajar jurnalistik makin terbuka. Intinya kalau kita suka pasti ada jalan," ucapnya.