JAKARTA - Istilah nongkrong atau kumpul bareng teman sudah tidak asing bagi kalangan remaja, baik pelajar SMA maupun mahasiswa. Meski demikian, nongkrong ala pelajar SMA dan ala mahasiswa ternyata memiliki perbedaan.
Seorang mahasiswa bernama Wulan mengatakan, saat masih SMA dulu hampir setiap pulang sekolah dia menyempatkan waktu untuk nongkrong sebelum pulang ke rumah. Menurutnya, nongkrong bukan berarti melakukan hal yang negatif, karena biasanya yang dilakukan yakni hanya jajan sambil ngobrol.
"Kalau waktu SMA biasanya ke tempat yang murah karena hampir setiap hari. Tapi, waktu kuliah karena hampir enggak ada waktu buat main, jadi kalau mau nongkrong atau kumpul sama teman sengaja cari tempat yang bagus, meski agak mahal," tuturnya kepada Okezone baru-baru ini.
Pendapat lainnya disampaikan Shofwan. Menurutnya, tongkrongan yang asyik waktu SMA adalah main ke rumah teman sambil main game. Sedangkan saat kuliah, bisa ke tempat makan dan kontrakan atau kosan teman.
"Kalau SMA ke rumah teman sambil numpang makan. Waktu kuliah paling ke kontrakan teman, modal laptop untuk main game atau nonton film, sambil makan mi instan," ucapnya.
Mahasiswa jurusan komunikasi ini mengungkapkan perbedaan gaya nongkrong saat mahasiswa dan masih SMA adalah pada waktu dan uang.
"Kalau SMA banyak waktu tapi dikit uang, tapi waktu jadi mahasiswa enggak ada waktu sedangkan uangnya juga tergantung situasi," terangnya.
Selain itu, Shofwan menambahkan bahwa saat ini gaya nongkrong sudah mulai berubah seiring dengan makin banyaknya fitur media sosial. Jadi, kata dia, nokrong enggak cuma kumpul-kumpul saja, tapi juga sibuk foto sama update di media sosial untuk dipamerkan. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik