JAKARTA - Selain sekolah, perpustakaan menjadi salah satu tempat untuk menimba ilmu dan mengembangkan wawasan. Sayangnya, minat baca orang Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara lain.
"Sebenarnya yang menyebabkan budaya baca rendah itu karena buku yang dibaca masih kurang," ujar Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpustakaan Nasional, Syarif Bando, belum lama ini.
Padahal, perpustakaan merupakan lembaga potensial yang bisa menjadi tempat bagi pembelajaran masyarakat. Sayangnya, masih banyak orang yang berpikir bahwa perpustakaan adalah tempat yang membosankan. Tak heran, banyak perpustakaan daerah yang sepi pengunjung.
"Perpustakaan mendorong pembelajaran self learning. Para pengunjung bisa belajar apa saja sesuai minat tanpa batasan," tutur Titi Sadarini selaku wakil dari Coca-Cola Foudation Indonesia (CCFI).
Besarnya manfaat perpustakaan, kata Titi, menjadi dorongan CCFI untuk membuat Program PerpuSeru guna mengembangkan fungsi perpustakaan menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat.
"Belajar di perpustakaan itu berbeda dengan di sekolah. Kita bisa belajar secara mandiri dengan baca buku, bahkan dengan berbagai kegiatan yang ada. Jadi, para generasi muda tidak hanya belajar pasif di kelas mendengarkan guru, tapi bisa mencari sendiri informasi yang dibutuhkan," tukasnya. (ira)
(Rifa Nadia Nurfuadah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik