"(Pramuka di kota) ini memang anggarannya gede tapi kegiatannya kurang. Kami ingin dorong agar kegiatannya juga banyak (dan menarik)," ucapnya.
Kwarda Pramuka Jawa Barat pun menurutnya siap membantu masing-masing kwarcab pramuka di kabupaten/kota. Salah satu cara untuk mendorongnya adalah dengan menambah pembina dan pelatih bersertifikat.
"Kamiini sudah meningkatkan 200 persen jumlah pembina yang bersertifikat. Kemudian juga meningkatkan 200 persen pelatih yang memiliki sertifikasi. Kuncinya memang itu. Baru kemudian peserta. Kami juga selalu mencoba membuat modul-modul yang lebih menarik," tutur Dede yang juga mantan Wakil Gubernur Jawa Barat.
Sementara untuk mendorong agar semakin banyak anggota Pramuka, Dede dan DPR mendukung agar Pramuka tetap dijadikan ekstrakurikuler wajib di sekolah sesuai dengan kurikulum 2013 meski kurikulum itu saat ini tidak dipakai.
"Hukumnya adalah undang-undang. Mau kurikulumnya berubah tapi undang-undangnya tidak bisa berubah, kecuali ada revisi undang-undang," jelasnya.