Share

Tak Patah Arang Meski Gagal SBMPTN

Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Minggu 12 Juli 2015 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2015 07 12 65 1180299 tak-patah-arang-meski-gagal-sbmptn-BDvoEsYNti.jpg Ilustrasi: suasana ujian SBMPTN. (Foto: dok. Okezone)

JAKARTA - Dari 693.185 peserta, hanya 121.653 orang yang lulus SBMPTN 2015. Mereka yang tidak lulus mencapai lebih dari setengah juta orang.

Seleksi ini memang sangat ketat. Ibarat lubang jarum, hanya sedikit yang bisa melaluinya. Ketidaklulusan peserta pun didasari banyak sebab. Terkadang ini hanya masalah keberuntungan.

Rizti Kinanti Putri termasuk yang tidak beruntung. Dia tidak lulus SBMPTN 2015. Ketika ujian, dia memilih jurusan Sistem Informasi, Keselamatan Keamanan Kerja (K3) dan Teknik Bioproses di Universitas Indonesia (UI)

"Soal ujian kemarin susah banget, di luar perkiraan. Sebenarnya ada soal-soal yang terbayang cara mengerjakannya, tetapi kok tetap enggak bisa," ujar Rizti, ketika berbincang dengan Okezone, baru-baru ini.

Selain itu, kata Rizti, ujian sempat tertunda 20 menit karena pengawas ruang salah membagikan paket soal. Jadi peserta harus mengulang semua proses dari awal.

"Kan sayang, 20 menit kebuang percuma. Padahal seharusnya 20 menit itu bisa dipakai untuk mengerjakan beberapa soal. Tapi ya udah, mau bagaimana lagi," ujar gadis yang mempersiapkan dirinya dengan mengikuti bimbingan belajar itu.

Saat ini gadis kelahiran Jakarta 14 Maret 1997 itu masih mencoba jalur mandiri di UI dan berbagai PTN. Alumnus SMAN 70,Jakarta, itu akan terus mencoba selama masih ada jalur seleksi masuk kampus negeri.

"Biar ada cadangan. Kalau benar-benar sudah mentok, baru cari kampus swasta," imbuhnya.

Kegagalan yang sama dirasakan Aldi. Bahkan, ini adalah tahun kedua alumnus salah satu SMA di Tegal tersebut tidak lulus SBMPTN 2015. Seperti halnya Rizti, Aldi pun mencoba peruntungan melalui jalur seleksi mandiri.

Aldi kini sedang menunggu pengumuman seleksi mandiri Universitas Sebelas Maret (UNS) pada 13 Juli. Anak kedua dari tiga bersaudara itu pun mempersiapkan diri dengan mengantongi kelulusan seleksi di kampus swasta.

"Kalau ternyata gagal lagi seleksi mandiri, ya, saya akan ambil yang swasta. Jadi enggak akan terlalu kecewa karena sudah ada cadangan," ujarnya.

(rfa)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini