Share

Rektor UMI Kesal Mahasiswanya Dicap Tukang Tawuran

Salviah Ika Padmasari, Okezone · Selasa 23 Juni 2015 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2015 06 23 65 1170006 rektor-umi-kesal-mahasiswanya-dicap-tukang-tawuran-owyY5cdU9b.jpg foto: ilustasi Okezone

MAKASSAR - Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Dr Hajjah Masrurah Mokhtar MA menolak jika mahasiswa dari kampusnya masih dijuluki tukang tawuran dan pelaku bentrokan antarmahasiswa. Menurutnya semua itu hanya masa lalu karena saat ini sudah tidak ada lagi anak didiknya yang gemar tawuran.

Demikian penegasan rektor UMI ini saat ditemui usai rapat senat luar biasa dalam acara tunggal Milad UMI ke 61 di gedung auditorium Al Jibra, kampus UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Selasa, (23/6/2015).

"Itu masa lalu, sekarang-sekarang ini sudah tidak ada lagi," tandasnya.

Berkurangnya kasus bentrokan atau tawuran antar-mahasiswa di kampus yang dipimpinnya ini, kata Masrurah, dikarenakan kebijakan kampus yang menjatuhkan sanksi keras bagi mahasiswa yang terbukti melakukan tawuran yakni berupa pemecatan dan langsung dikembalikan kepada orangtua mahasiswa.

"Baru-baru ini kita pecat empat orang mahasiswa. Siapapun yang mendukung mahasiswa itu dan memprotes keputusan pemecatan akan turut dikenakan sanksi. Penegasan ini kami berlakukan sejak tahun 2014," tandasnya.

Saat dikonfirmasi soal bentrokan antar-mahasiswa Fakultas Teknik UMI dari dua jurusan berbeda dan mengakibatkan seorang mahasiswa terkena busur awal Juni 2015. Masrurah mengatakan, tim investigasi saat ini masih bekerja dan jika nanti ada bukti kuat maka sekali lagi pihaknya langsung akan kenakan sanksi dan mengembalikan mahasiswa bersangkutan ke orangtuanya.

"Mahasiswa kami itu ada 20 ribuan, yang sering berkelahi itu hanya dua, tiga orang. Hanya nol koma nol sekian persen saja dari total mahasiswa UMI,” tegasnya.

(MSR)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini