Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

KAMMI: Kenaikan Harga BBM Abaikan Rakyat Kecil

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Selasa, 18 November 2014 |13:01 WIB
KAMMI: Kenaikan Harga BBM Abaikan Rakyat Kecil
Rakyat miskin akan merasakan dampak paling besar dari kenaikan harga BBM. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). KAMMI menilai, kebijakan ini mengabaikan suara rakyat kecil di Tanah Air.

Ketua Umum Pengurus Pusat KAMMI, Andriyana, S.T., menyebut, APBN 2013 mencapai Rp1.842,5 triliun. Dari jumlah tersebut, hanya Rp1.166,2 triliun atau 67,6 persen anggaran yang terserap. Pos subsidi BBM sendiri hanya mengambil porsi Rp 211,9 triliun dari total anggaran.

"Artinya, subsidi BBM tidak bisa disebut membebani APBN. Sebab, masih banyak anggaran yang belum terserap dan itu lebih besar daripada subsidi BBM. Di sisi lain, belanja pegawai sangat besar dan dana APBN juga banyak dikorupsi," ujar Andriyana, dalam keterangan tertulis KAMMI kepada Okezone, Selasa (18/11/2014).

Selain itu, sesuai hasil sensus ekonomi nasional (Susenas) 2010, 65 persen pengguna BBM adalah rakyat kelas bawah dan miskin dan 27 persen kelas menengah. Kemudian, 82 persen kendaraan di Indonesia merupakan kendaraan roda dua yang kebanyakan dimiliki oleh kelas menengah bawah.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement