Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BEM UGM Kawal Kenaikan Harga BBM Tanpa Demo

Margaret Puspitarini , Jurnalis-Senin, 24 November 2014 |15:34 WIB
BEM UGM Kawal Kenaikan Harga BBM Tanpa Demo
Ilustrasi: antrean pengendara motor di SPBU mengular usai pengumuman kenaikan harga BBM. (Foto: dok. Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Setiap mahasiswa memilih menyikapi kenaikan bahan bakar minyak (BBM) per 18 November kemarin dengan cara masing-masing. Ada yang menolak dan melakukan sejumlah aksi namun ada pula yang memilih untuk mengawal kebijakan tersebut.

Seperti yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Mereka menyatakan siap mengawal kenaikan Rp2.000 untuk premium dan solar. Namun, Presiden BEM KM UGM Adhitya Herwin Dwi Putra meminta agar pemerintah lebih transparan dengan pengurangan subsidi BBM sebagai dasar kenaikan harga.

"Penelitian menunjukkan bahwa Indonesia tidak cukup transparan tentang komposisi harga BBM terhadap masyarakat, seperti rincian pajak, margin harga, harga minyak mentah, dan sebagainya," papar Adhitya, seperti dikutip dari situs UGM, Senin (24/11/2014).

Adhitya menyatakan, dengan kenaikan harga BBM, kemungkinan besar ada pengalihan moda transportasi pribadi ke transportasi umum. Maka dari itu, kesiapan pemerintah dalam bidang transportasi umum wajib mendapat sorotan. Catatan kekurangan yang menyangkut fasilitas, pelayanan, dan infrastruktur menjadi tuntutan utama.

Konsekuensi lainnya dari kebijakan tersebut adalah kenaikan harga kebutuhan pokok masyarakat. Adhitya menyatakan, Bulog wajib menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok agar tidak terlampau menambah beban masyarakat.

"Pemerintah juga wajib menindak tegas para spekulan harga yang seringkali membuat harga pasar menjadi tidak terkendali. Selain itu, pemerintah harus antisipatif terhadap kemungkinan angka inflasi," imbuhnya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement