JAKARTA - Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara (HIMAJAN) Universitas Nasional menggelar diskusi soal kenaikan BBM. Diskusi tersebut memanas dengan beberapa pertanyaan mahasiswa yang menyentil ketiga narasumber.
Adalah Dimas, mahasiswa FISIP Unas yang menyebut ketiga narasumber, anggota DPR dari Partai Demokrat, Didi Irawan; perwakilan komisi VII DPR dari Partai Gerindra, Harry Pramono; dan Peneliti Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi dalam diskusi tersebut datang hanya untuk promosi partai.
"Saya melihat Anda-Anda ini, ketiga narsum ini lucu atau gimana? Saya melihat adanya promosi partai bukan adanya bukti ilmiah di diskusi ini. Selain itu, pada 2013 Bang Uchok menyebut pemerintah lalu lalai, tapi sekarang menyebut pemerintah sekarang jongos. Ini maksudnya apa?" ujar Dimas, saat bertanya kepada ketiga narasumber di Aula Unas, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2014).
Harry Pramono yang merasa tidak dihargai oleh mahasiswa yang bertanya pun berontak. Dia menyindir penanya di hadapan forum. "Wajar saya promosi. Saya ini kan orang partai, saya punya tugas untuk mempromosikan partai. Kalau memang menyebut kami tidak ilmiah, lain kali jangan undang orang partai," tuturnya dengan nada tinggi.
Uchok yang disindir Dimas tidak konsisten dengan omongannya, tidak mau menanggapi pertanyaan itu. Namun, Didi Irawan meminta penanya untuk diskusi empat mata bersamanya.
"Hebat mahasiswa justru lebih pintar dibanding kami. Anda bisa duduk bareng bicarakan hal ini nanti bersama saya," kata Didi.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik