Profil SMAN 1 Pontianak yang Buka Suara Soal Kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Kalbar

Djanti Virantika, Jurnalis
Selasa 12 Mei 2026 12:06 WIB
SMAN 1 Pontianak. (Foto: Instagram)
Share :

PROFIL SMAN 1 Pontianak menarik diulas. Sebab, sekolah ini baru saja jadi sorotan dan buka suara soal kontroversi cerdas cermat 4 pilar MPR Kalbar.

Ya, ajang Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) melalui Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI yang seharusnya menjadi sarana edukasi kebangsaan justru menjadi sorotan publik. Hal ini terjadi setelah muncul kontroversi penilaian juri dalam babak tanya jawab.

1. Kontroversi Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Kalbar

Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI sebenarnya merupakan kompetisi tahunan. Ajang ini diikuti pelajar SMA sederajat dari berbagai daerah di Indonesia itu bertujuan meningkatkan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Namun dalam tayangan siaran langsung kanal YouTube MPRGOID pada 9 Mei 2026, sebuah momen penilaian dianggap tidak konsisten. Hal ini pun memicu reaksi luas dari masyarakat.

Insiden bermula ketika pembawa acara memberikan pertanyaan mengenai mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi tim pertama yang menekan bel dan menjawab bahwa anggota BPK dipilih oleh DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD serta diresmikan oleh Presiden.

Namun, jawaban tersebut dinyatakan salah oleh juri Dyastasita Widya Budi. Alhasil, Regu C dari SMAN 1 Pontianak mendapat pengurangan nilai minus lima.

Perbedaan penilaian tersebut langsung diprotes oleh peserta dari SMAN 1 Pontianak. Mereka menilai jawaban yang disampaikan memiliki isi yang sama dengan Regu B.

Menanggapi protes itu, Dyastasita menjelaskan bahwa penyebutan “Dewan Perwakilan Daerah” pada jawaban Regu C tidak terdengar jelas oleh dewan juri. Pernyataan itu kemudian diperkuat oleh juri lain, Indri Wahyuni, yang menekankan pentingnya artikulasi dalam perlombaan.

Menurut Indri, peserta sejak awal telah diingatkan agar menyampaikan jawaban dengan pelafalan yang jelas sehingga dapat didengar dan dinilai secara tepat oleh dewan juri. Meski demikian, potongan video kejadian tersebut dengan cepat menyebar di media sosial dan memicu kritik dari warganet. Banyak yang mempertanyakan konsistensi penilaian juri karena menilai kedua jawaban terdengar sama.

Sebagian publik juga menilai alasan artikulasi kurang cukup untuk membedakan keputusan penilaian. Apalagi, ini merupakan kompetisi tingkat nasional yang menuntut objektivitas tinggi.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya