"Saya melihat acara ini merupakan acara memang sangat dibutuhkan di dunia pendidikan artinya GTV menciptakan satu wadah dan ruang baru untuk SD memiliki jiwa kompetisi positif di bidang pelajaran, menumbuhkan semangat belajar dan motivasi memperbaiki diri di kelas maupun sekolah," ujar Asep.
Asep mengatakan program cerdas cermat di televisi menjadi sesuatu yang kembali dirindukan di tengah perkembangan teknologi saat ini. Dia menilai kegiatan seperti ini juga dapat menjadi salah satu upaya mengantisipasi dampak negatif penggunaan gadget pada anak-anak.
"Untuk saya ini pertama kali di masa saat ini, di saat SD dulu ada acara TV yang ditunggu-tunggu cerdas cermat dan cerdas tepat, memberikan nilai positif atmosfer belajar mengajar di SD dan sebagai salah satu penanganan masalah gadget saat ini, dalam rangka mengantisipasi hal negatif dari gadget," katanya.
Sementara itu, Programming Division Head GTV, Miftahoel Huda, menyebut Liga Bintang Juara merupakan bentuk kepedulian GTV terhadap dunia pendidikan. Program tersebut disebut berjalan atas arahan Managing Director 3 FTA MNC Group, Valencia Tanoesoedibjo.
"Jadi program ini berjalan dari arahan Ibu Valencia Tanoesoedibjo selaku Managing Director 3 FTA MNC Group, kita ingin menunjukkan anak dan pendidikan Liga Bintang Juara. Bogor tahap pertama audisi dari sekolah terbaik ke Jabodetabek, kita akan bergerak ke Depok dan Tangerang bulan Juni nanti, bukti kepedulian ke dunia pendidikan dan anak-anak, kami berkarya untuk mencerdaskan bangsa," ucap Miftahoel.
Dia mengatakan Liga Bintang Juara baru memasuki tahun pertama pelaksanaan dan diharapkan terus berkembang pada musim berikutnya. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi wadah kompetisi pendidikan bagi anak-anak Indonesia.