JAKARTA - Apakah dokter magang atau internship dapat gaji per bulan? Perjalanan finansial seorang dokter di Indonesia umumnya dimulai dari tahap awal dengan penghasilan terbatas, lalu meningkat seiring pengalaman dan jenjang karier. Berikut gambaran kisaran penghasilan dokter di tahun 2026 beserta faktor yang memengaruhinya yang dilansir dari laman Universitas Ciputra.
Masa internship menjadi tahap awal bagi dokter setelah lulus pendidikan. Pada fase ini, penghasilan yang diterima bukan gaji penuh, melainkan Bantuan Biaya Hidup (BBH). Besaran BBH ditentukan berdasarkan wilayah penempatan sesuai Keputusan Menteri Kesehatan No.HK.01.07/Menkes/1952/2022.
Nominal tersebut merupakan tunjangan selama masa magang klinis, bukan gaji profesi secara penuh.
Setelah menyelesaikan internship dan memiliki izin praktik, dokter umum dapat memilih berbagai jalur karier yang memengaruhi penghasilan.
Pada tahap pendidikan spesialis, dokter menjalani masa residensi dengan fokus pelatihan intensif. Penghasilan yang diterima umumnya berupa tunjangan pendidikan.
Dilansir dari Detik Health, Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI tahun 2024 menyebutkan kisaran tunjangan sekitar ±Rp 7,5 juta per bulan dan belum ada pembaruan terkait nominal tersebut.
Setelah menyelesaikan pendidikan dan memiliki pengalaman, dokter spesialis dapat memperoleh penghasilan yang jauh lebih tinggi. Pendapatan berasal dari kombinasi gaji tetap dan jasa layanan medis.
Perkiraan penghasilan spesialis senior (lebih dari 10 tahun pengalaman) antara lain:
Besarnya penghasilan dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti reputasi dokter, jumlah pasien, lokasi praktik, serta sistem kerja (milik sendiri atau bekerja sama dengan fasilitas kesehatan).
Gambaran ini menunjukkan bahwa spesialisasi menjadi faktor penting dalam peningkatan penghasilan dokter. Oleh karena itu, perencanaan karier yang matang sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan finansial di bidang kedokteran.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)