Triyanto juga menyoroti perilaku masyarakat yang kerap menangkap predator sungai. Padahal, kehadiran predator sungai ini menjadi penyeimbang populasi ikan sapu-sapu.
"Predator-predator alaminya seperti biawak, berang-berang, jangan ditangkap oleh masyarakat, tetap harus ada. Nah itu bisa mengendalikan secara alami," ungkapnya.
"Kuncinya adalah di perbaikan kualitas air, jangan sampai tambah sifatnya menurun kualitas airnya," tutup dia.
(Djanti Virantika)