Dari pengalaman tersebut, ia belajar menyusun prioritas, mengatur waktu lebih terstruktur, serta mengenali batas kemampuan diri. Proses inilah yang membentuk ketahanan (resiliensi) dan pola pikir berkembang (growth mindset) dalam dirinya.
Menjelang kelulusan, Cynthia memperoleh kabar menggembirakan setelah diterima bekerja di kantor akuntan publik global, Ernst & Young (EY). Kesempatan ini ia maknai sebagai hasil konsistensi dan keberanian mencoba berbagai peluang selama masa kuliah.
Cynthia pun menyampaikan pesan reflektif bahwa setiap orang mungkin lulus pada waktu yang sama, tetapi akan menempuh jalan hidup yang berbeda. Menurutnya, kesuksesan bukan tentang siapa yang paling cepat, melainkan siapa yang paling setia pada tujuan hidupnya.
Kisah Cynthia menjadi inspirasi bahwa latar belakang bukanlah batas, melainkan titik awal untuk membuktikan potensi melalui kerja keras dan ketekunan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)