JAKARTA – Sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Iran selatan, dilaporkan menjadi sasaran serangan di tengah meningkatnya konflik di kawasan tersebut. Media pemerintah Iran menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 51 orang, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Berdasarkan laporan kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA) yang dikutip Al Jazeera, sedikitnya 60 orang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.
Pejabat Kota Minab, Mohammad Radmehr, menyatakan bahwa serangan tersebut disebut sebagai “serangan langsung” terhadap fasilitas pendidikan pada pagi hari. Saat kejadian, situasi di lokasi dilaporkan sangat genting dan proses evakuasi masih terus berlangsung.
Menurut laporan, sekitar 170 siswa berada di dalam area sekolah ketika ledakan terjadi. Pihak berwenang mengkhawatirkan jumlah korban dapat bertambah mengingat proses pencarian di reruntuhan belum sepenuhnya selesai.
Sekolah yang dilaporkan terdampak tersebut bernama Shajareh Tayyebeh Girls' Elementary School, sebuah sekolah dasar khusus siswi perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Sebelum insiden ini, sekolah tersebut merupakan institusi pendidikan lokal yang tidak banyak mendapat sorotan media internasional. Sekolah menyelenggarakan pendidikan dasar formal bagi anak perempuan usia 6–12 tahun sesuai sistem pendidikan reguler di Iran.
Jam belajar dimulai pukul 06.00 pagi dan dibagi menjadi dua shift. Shift pertama berlangsung pukul 06.00–09.30 waktu setempat, sementara shift kedua berlangsung pukul 10.00–13.00.
Insiden ini langsung menarik perhatian dunia internasional dan menjadi sorotan terkait dampak konflik terhadap fasilitas sipil, termasuk institusi pendidikan.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)