JAKARTA – Benarkah IQ Gen Alpha lebih tinggi dibandingkan Gen Z? Pertanyaan ini sering muncul di media sosial dan jadi bahan perdebatan. Banyak yang menilai generasi terbaru lebih pintar karena tumbuh bersama teknologi canggih. Tapi, apakah benar begitu?
Gen Z adalah mereka yang lahir sekitar tahun 1997 hingga 2012. Sementara itu, Gen Alpha adalah anak-anak yang lahir mulai 2013 hingga sekitar pertengahan 2030-an.
Gen Alpha dikenal sebagai generasi yang sejak kecil sudah terbiasa dengan teknologi seperti smartphone, tablet, dan kecerdasan buatan (AI). Mereka tumbuh di era digital yang serba cepat dan praktis.
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa akses pendidikan yang lebih baik, teknologi modern, serta pola asuh yang semakin berkembang dapat membantu meningkatkan kemampuan kognitif anak. Namun, hal itu tidak otomatis membuat IQ Gen Alpha lebih tinggi dari Gen Z.
1. Efek Flynn dan Tren Penurunan IQ
Ada teori bernama Flynn Effect yang menyebutkan bahwa skor IQ manusia cenderung meningkat dari generasi ke generasi karena perbaikan gizi, pendidikan, dan lingkungan.
Namun, penelitian terbaru justru menemukan adanya penurunan skor IQ di beberapa negara maju sejak tahun 2000-an. Fenomena ini dikenal sebagai reverse Flynn Effect. Artinya, peningkatan IQ tidak selalu terjadi secara konsisten di setiap generasi.
2. Kecerdasan Bukan Hanya Soal IQ
IQ hanya mengukur kemampuan logika, matematika, dan verbal. Padahal, kecerdasan juga mencakup banyak hal lain seperti:
Banyak ahli menilai bahwa kemampuan-kemampuan tersebut sama pentingnya, bahkan lebih relevan di era modern.
3. Keunggulan Gen Alpha di Era Digital
Gen Alpha memang punya keunggulan dalam hal akses teknologi. Mereka terbiasa dengan:
Hal ini bisa membantu meningkatkan kemampuan problem solving dan pemrosesan informasi. Namun, lagi-lagi, itu tidak otomatis berarti rata-rata IQ mereka lebih tinggi.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)