Meretas Hambatan Budaya: Memahami Dimensi Komunikasi Lintas Budaya dan Strategi Mengatasinya

Opini, Jurnalis
Selasa 08 Oktober 2024 16:46 WIB
Memahami komunikasi lintas budaya. (Ilustrasi : Freepik)
Share :

BUDAYA adalah suatu gaya hidup yang berkembang dalam suatu kelompok atau masyarakat dan diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi berikutnya. Sehingga budaya merupakan gaya hidup yang sudah dilakukan dari sejak lahir bahkan sejak masih dalam kandungan sampai tutup usia.

Indonesia sebagai negara multikulturalisme memiliki keberagaman yang sangat banyak. Tak hanya suku, jumlah provinsi yang terbagi menjadi 34 juga memungkinkan kita akan berinteraksi lintas budaya.

Komunikasi lintas budaya adalah proses pertukaran informasi, ide, dan makna antara individu atau kelompok yang berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Tujuannya adalah untuk memahami dan menghargai perbedaan dalam nilai, norma, dan kebiasaan komunikasi yang ada di setiap budaya.

Komunikasi lintas budaya menjadi semakin penting di era globalisasi, di mana interaksi antar budaya terjadi lebih sering di lingkungan kerja, bisnis internasional, pendidikan, dan pariwisata.

Terkait Fenomena tersebut, menarik apabila kita mengenal Teori Komunikasi Antar Budaya yang dikembangkan oleh William B. Gudykunst dikenal sebagai *Anxiety/Uncertainty Management (AUM) Theory* dimana toeri ini merupakan salah satu pendekatan yang berfokus pada bagaimana individu berkomunikasi secara efektif dalam situasi lintas budaya, khususnya dalam menghadapi kecemasan dan ketidakpastian. Berikut ini adalah perspektif teori komunikasi Gudykunst berdasarkan konteks komunikasi antar budaya:

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya