5 Contoh Puisi Rakyat Lengkap dengan Ciri-Ciri dan Artinya

Zahra Aqilla Oktviona, Jurnalis
Senin 07 Oktober 2024 15:06 WIB
Puisi Rakyat Lengkap (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – 5 contoh puisi rakyat lengkap dengan ciri-ciri dan artinya. Puisi rakyat merupakan salah satu bentuk karya sastra yang diwariskan turun-temurun dan memiliki keunikan tersendiri.

Setiap puisi rakyat mengandung makna mendalam yang mencerminkan kehidupan masyarakat pada zamannya. Selain itu, kami juga akan menguraikan ciri-ciri yang membedakan puisi rakyat dari jenis puisi lainnya agar lebih mudah dipahami.

5 Contoh Puisi Rakyat Lengkap dengan Ciri-ciri dan Artinya

Berikut ini adalah 5 contoh puisi rakyat yang lengkap dengan ciri-cirinya serta makna di baliknya:

1. Pantun

Contoh:

Buah mangga buah pepaya,

Dimakan enak tiada dua,

Jika kita rajin belajar,

Kesuksesan di depan mata.

Ciri-ciri Pantun:

• Terdiri dari empat baris.

• Bersajak a-b-a-b.

• Baris pertama dan kedua merupakan sampiran, sementara baris ketiga dan keempat adalah isi.

• Makna:

• Pantun ini mengajarkan pentingnya rajin belajar sebagai kunci meraih kesuksesan. Melalui perbandingan kehidupan sehari-hari, pantun menyampaikan pesan yang mudah dipahami.

2. Gurindam

Contoh:

Jika hendak hidup mulia,

Jaga lisan janganlah sia-sia.

Harta tiada menjadi bekal,

Hanya budi yang selalu kekal.

Ciri-ciri Gurindam:

Terdiri dari dua baris dalam setiap bait.

• Bersajak a-a.

• Mengandung nasihat atau pesan moral.

• Makna:

• Gurindam ini menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku dalam kehidupan. Harta benda bersifat sementara, tetapi budi pekerti akan selalu dikenang.

3. Syair

Contoh:

Berlayar di tengah lautan,

Mencari pelabuhan tiada terhenti,

Jika ingin hidup aman,

Taatilah perintah Ilahi.

Ciri-ciri Syair:

• Terdiri dari empat baris dalam setiap bait.

• Semua baris merupakan isi dan bersajak a-a-a-a.

• Biasanya berisi cerita atau nasihat.

• Makna:

• Syair ini mengajak kita untuk selalu taat kepada perintah Tuhan sebagai jalan menuju kehidupan yang damai dan selamat.

4. Seloka

Contoh:

Ayam berkokok di atas dahan,

Dari timur fajar pun merekah,

Bila hidup penuh dengan amalan,

Bahagia datang tiada berpisah.

Ciri-ciri Seloka:

• Berbentuk puisi empat baris.

• Berisi sindiran atau nasihat yang disampaikan dengan jenaka.

• Bersajak a-b-a-b.

• Makna:

• Seloka ini memberikan nasihat untuk mengisi kehidupan dengan amalan baik, yang akan mendatangkan kebahagiaan yang langgeng.

5. Talibun

Contoh:

Pergi ke hutan mencari kayu,

Kayu jati dan kayu cendana,

Jangan lupa membawa bekal,

Bekal ilmu tiada ternilai.

Ciri-ciri Talibun:

Terdiri dari lebih dari empat baris (biasanya 6, 8, atau 10 baris).

• Bersajak a-b-c-a-b-c.

• Baris pertama sampai ketiga biasanya sebagai sampiran, sedangkan baris berikutnya adalah isi.

• Makna:

• Talibun ini mengajarkan bahwa bekal paling berharga dalam kehidupan adalah ilmu pengetahuan, lebih penting daripada harta benda.

Ciri-Ciri Umum Puisi Rakyat:

Menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

• Biasanya bersifat anonim, artinya tidak diketahui pengarangnya.

• Dapat berfungsi sebagai media hiburan, pendidikan, atau alat untuk menyampaikan nasihat.

• Sering kali mengandung unsur kearifan lokal dan nilai-nilai sosial.

Puisi rakyat merupakan salah satu bentuk karya sastra yang menyimpan kebijaksanaan dan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat tradisional. Melalui pantun, gurindam, syair, seloka, dan talibun, pesan-pesan moral dan nasihat disampaikan dengan cara yang indah dan menghibur, menjadikan puisi rakyat tetap relevan hingga kini.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya