Psikolog Michigan State University Meneliti Korelasi Minum Kopi dan Kurang Tidur

Marieska Harya Virdhani, Jurnalis
Senin 21 Agustus 2023 07:00 WIB
Ahli Michigan State University meneliti korelasi minum kopi dan kurang tidur (Foto: Freepik)
Share :

 

Bisakah kafein menggantikan tidur?

Selanjutnya, peneliti mulai menguji berbagai cara untuk mengatasi kekurangan tidur. Banyak orang akan meraih secangkir kopi atau minuman berenergi. Satu survei tahun 2022 menemukan bahwa lebih dari 90% orang dewasa Amerika yang menjadi sampel mengonsumsi beberapa kafein setiap hari.

"Kami ingin melihat apakah kafein akan membantu menjaga perhatian dan menghindari kesalahan penempatan setelah kurang tidur," ujarnya.

Menariknya, peneliti menemukan bahwa kafein meningkatkan kemampuan peserta yang kurang tidur untuk fokus dengan sangat baik sehingga kinerja mereka serupa dengan orang yang tidur sepanjang malam. Memberikan kafein kepada orang yang tidur malam penuh juga meningkatkan kinerja mereka.

"Jadi kafein membantu semua orang menjaga perhatian, bukan hanya mereka yang kurang tidur. Hasil ini tidak mengherankan, karena penelitian lain memiliki temuan serupa," katanya.

Namun, peneliti menemukan bahwa kafein tidak mengurangi kesalahan penempatan benda-benda pada kelompok yang kurang tidur atau kelompok yang tidur. Artinya, jika kamu kurang tidur, kafein dapat membantu tetap terjaga dan bermain Candy Crush, tetapi kemungkinan tidak akan membantu kamu menyelesaikan ujian aljabar.

BACA JUGA:

Penelitian Terbaru Sebut Madu dari Semut Ampuh Membunuh Bakteri dan Jamur 

Bisakah tidur siang menggantikan tidur yang hilang?

Tentu saja kafein adalah cara buatan untuk menggantikan tidur. Kamu mungkin pernah mendengar bahwa tidur siang di siang hari dapat meningkatkan energi dan kinerja, jadi masuk akal untuk berpikir bahwa tidur siang di malam hari memiliki efek yang sama.

"Kami memberi beberapa peserta kami kesempatan untuk tidur siang selama 30 atau 60 menit selama periode tidak tidur semalaman antara pukul 04.00 dan 06.00. Periode waktu ini kira-kira bertepatan dengan titik kewaspadaan terendah dalam siklus sirkadian. Yang penting, kami menemukan bahwa peserta yang tidur siang tidak lebih baik dalam tugas perhatian sederhana atau tugas penempatan yang lebih kompleks daripada mereka yang begadang semalaman," ucapnya.

Dengan demikian, tidur siang di tengah malam tidak memiliki manfaat nyata bagi kinerja kognitif di pagi hari setelah kurang tidur di malam hari. Tidak ada yang bisa menggantikan kualitas tidur di malam hari selain tidur yang cukup saat malam hari.

(Marieska Harya Virdhani)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Edukasi lainnya