Selain itu, berbagai program bantuan pendidikan untuk kalangan tidak mampu, belum banyak dinikmati oleh anak-anak Nias, baik KIP Kuliah atau Program Indonesia Pintar. Padahal bantuan pendidikan tersebut sangat dibutuhkan oleh anak-anak Nias dari kalangan tidak mampu.
Empat kabupaten di Kepulauan Nias itu bertahun-tahun menyandang status daerah tertinggal. Berdasarkan data statistik, 4 kabupaten di Kepulauan Nias berada di peringkat teratas dalam hal tingkat kemiskinan dari 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.
Keterpurukan di bidang pendidikan, menjadikan Nias tidak cepat bangkit dari status sebagai daerah tertinggal dan termiskin.
Mengamati keadaan tersebut, sehingga ia mengambil keputusan ingin bertemu ke Menteri Kemendikbudristek dan Presiden Joko Widodo dengan naik motor dari Nias ke Jakarta dengan membawa sebuah misi besarnya yakni "ke Istana Negara dan bertemu Menteri Nadiem Makarim dan Presiden untuk memperjuangkan keadilan di bidang pendidikan bagi anak-anak di Kepulauan Nias".
(Awaludin)