JAKARTA - Calon mahasiswa baru sudah mulai mempersiapkan diri untuk memasuki perkuliahan di tahun ajaran baru. Salah satunya persiapan untuk penyesuaian diri dalam menghadapi situasi-situasi baru di lingkungan perkuliahan.
Mahasiswa baru biasanya cenderung kebingungan dalam bersikap dan berperilaku di lingkungan yang baru sehingga diperlukan penyadaran dan penyesuaian diri agar dapat menempatkan diri dan menunjukan jati diri yang baik.
Menurut Dosen Psikolog Universitas Indonesia, Dr. Eva Septiana, M.Si., mahasiswa baru seringkali mudah terbawa arus negatif pergaulan dikarenakan takut adanya penolakan dan takut tidak memiliki teman di lingkungan perkuliahan.
Padahal, dalam beradaptasi di lingkungan yang baru, menjadi diri sendiri adalah modal yang sangat penting. Penyadaran menjadi diri sendiri dengan menampilkan perilaku yang sesuai dengan dirinya sendiri membuat mahasiswa terhindar dari kehilangan arah dan pergaulan arus negatif.
“Kita harus bisa menumbuhkan kepercayaan diri kita bahwa ketika di lingkungan yang baru, semua orang punya hak dan kewajiban yang sama, tidak ada yang punya power lebih tinggi,” ujar Eva dalam Special dialogue.
Sementara itu, mahasiswa yang kehilangan arah dan mengikuti arus pergaulan negatif akan membuat perjuangannya sia-sia dan menghasilkan kegagalan. Oleh karena itu, menjadi diri sendiri dalam lingkungan baru sangat penting.
(Khafid Mardiyansyah)