JAKARTA - Mimbar Gagasan Dewan Profesor digelar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dan mengambil tema “Peran Perempuan dalam Mewarnai Peradaban”.
Dalam sambutannya, Ketua DP UNS Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. mengatakan bahwa Mimbar Gagasan Dewan Profesor menjadi tradisi baru UNS. Menurut dia, perempuan memegang peran luar biasa dalam sebuah kehidupan, baik di tingkat keluarga.
"Apabila keluarga bagus, maka akan menjadi warga negara yang bagus,” terang Prof. Suranto dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/4/2023).
Agenda Mimbar Gagasan diawali dengan sambutan Ketua DP UNS, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. dan dilanjutkan pembukaan oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. yang diwakili Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T.
Mimbar Gagasan bertema “Peran Perempuan dalam Mewarnai Peradaban” disampaikan oleh Prof. Venty Suryanti, S.Si., M.Phil., Ph.D., Prof. Dr. Suciati, M.Pd, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, dan Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum.
“Diperingatan Hari Kartini ini, perlu ada kontemplasi untuk melahirkan saran tentang bagaimana peradaban harus dikembangkan. Kartini melalui tulisannya mengembangkan peradaban. Dengan penanya, menjadi jalan untuk berusaha membangun kesetaraan. Apa yang dilakukan sebagai cara membangun peradaban,” ujar Prof. Suranto.
Kemudian, acara Mimbar Gagasan Dewan Profesor UNS dilanjutkan sambutan Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum. Sambutan Rektor UNS diwakili oleh Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, S.T., M.T. yang menyampaikan apresiasinya terhadap kiprah Profesor Perempuan UNS dalam mewarnai mimbar gagasan menyongsong Hari Kartini.
“Perempuan memegang peran penting dalam strategi untuk membangun peradaban. Perempuan adalah tiang negara. Perempuan harus kuat dan cerdas dalam menghadapi tantangan global,” ujar Rektor UNS yang disampaikan Prof. Kuncoro.
Selanjutnya, dengan dipandu moderator Prof. Dr. Ir. Maria Theresia Sri Budiastuti, M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Endang Yuniastuti, M.Si, Mimbar Gagasan DP UNS menghadirkan empat narasumber, yakni Prof. Venty Suryanti, S.Si., M.Phil., Ph.D. (Direktur Inovasi dan Hilirisasi UNS) mengenai gagasan tentang Kiprah Perempuan dalam Bidang Sains, Prof. Dr. Suciati, M.Pd (Guru Besar FKIP UNS) membahas tentang Peran Perempuan dalam Literasi Sains, Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si, (Dekan FISIP UNS) berbicara tentang bagaimana menerapkan tentang “Adil Gender” dan Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum (Guru Besar FKIP UNS) berbicara tentang “Perempuan dan Kearifan Lokal”.
Diawali dari Prof. Venty Suryanti, S.Si., M.Phil., Ph.D. yang saat ini menjabat Direktur Inovasi dan Hilirisasi UNS menyampaikan gagasan mengenai Kiprah Perempuan dalam Bidang Sains. Bahwa saat ini setiap tanggal 11 Februari diperingati sebagai hari perempuan internasional dibidang sains. Dari data UNESCO bahwa perempuan di dunia sebagai ilmuwan hanya 28%, sedangkan di Indonesia sebanyak 31%, padahal jumlah populasi perempuan di dunia adalah setengahnya.
"Sehingga kita perlu mendorong supaya perempuan bisa berpartisipasi dibidang sains,” ucap Prof. Venty.
Selanjutnya, paparan Prof. Dr. Suciati, M.Pd. yang saat ini sebagai Guru Besar FKIP UNS membahas tentang Peran Perempuan dalam Literasi Sains. Prof. Dr. Suciati, M.Pd selaku Guru Besar FKIP UNS menyampaikan pandangan bahwa era abad 21 bercirikan perkembangan teknologi serba cepat, penggunaan teknologi digital canggih dan globalisasi.
Di mana, kondisi saat ini menimbulkan dampak kompleks, sehingga dituntut kompetensi, literasi dan nilai karakter unggul dan profesional bagi perempuan.
“Substansi literasi sains adalah pengetahuan dan kecakapan seseorang mengidentifikasi masalah hingga kemampuan dalam menyelesaikan masalah. Penguatan literasi dalam keluarga sangat penting. Perempuan dalam keluarga mempunyai peran kuat meningkatkan kemampuan literasi sains,” ungkap Prof. Suciati.
Kemudian, paparan Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si., yang saat ini menjabat Dekan FISIP UNS membahas tentang bagaimana menerapkan tentang “Adil Gender”. Dekan FISIP UNS dalam mengatakan bahwa keluarga sebagai inti peradaban bangsa.
“Ada kontribusi luar biasa dalam ekonomi global apabila perempuan diberi kesempatan dalam pembangunan. Sehingga perempuan harus diberikan perlakuan yang adil dan setara di ruang publik. Oleh sebab itu, kita harus mulai dengan melakukan proses pendidikan dari dalam keluarga secara adil,” ujar Prof. Ismi.
Dan terakhir, Prof. Dr. Sariyatun, M.Pd., M.Hum. selaku Guru Besar FKIP UNS berbicara tentang “Perempuan dan Kearifan Lokal”. Perempuan dalam menjaga nilai-nilai kearifan lokal sangat penting supaya tidak kehilangan identitas diri.
“Perempuan yang bisa memanfaatkan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal. Perempuan harus berwawasan global tetapi harus berpijak pada kearifan lokal sebagai identitas bangsa,” beber Prof. Sariyatun.
(Widi Agustian)