Untuk saat ini, pihaknya juga masih fokus memberikan pembelajaran kepada anak-anak tersebut. Mobil dibuat sebagai bahan edukasi dan belum ada rencana produksi massal.
Namun, kata Wildy Istimror, rencananya juga akan dibuat satu unit mobil lagi sebagai penyempurna dari mobil sebelumnya.
Sementara itu, Dika Dwi Darmawan, siswa SMK Budi Utomo Gadingmangu, Jombang, yang merupakan salah satu tim pembuat mobil listrik tenaga surya tersebut menjelaskan bahwa mobil yang dibuat ini lebih ramah lingkungan dan hemat bahan bakar minyak (BBM).
"Mobil ini menggunakan tenaga surya untuk suplai pengisian baterainya. Keunggulannya tidak menggunakan BBM, jadi tidak harus ke pom bensin (SPBU)," kata dia.
Ia juga menjelaskan, operasional mobil ini tidak sulit. Mobil bisa diisi dayanya dengan panel khusus yang telah dibuat.
"Ini mudah diakses. Bisa diisi baterai ketika mobil berhenti dan bisa dipakai ketika panel dimatikan. Baterai saat penuh itu 64,8 volt dan bisa daya sekitar 60 kilometer," kata dia.
Mobil tersebut dipamerkan dan dilakukan uji coba dalam acara mini expo SMK di Jombang. Walaupun rakitan mobil sederhana, kendaraan tersebut tetap bisa melaju dengan baik.
(Natalia Bulan)