5. Srinivasa Ramanujan
Lebih dikenal sebagai Srinivasa Iyengar Ramanujan merupakan ahli matematika asal India yang terkenal dengan kontribusinya dalam pengembangan dari analisis matematika, teori bilangan, barisan tak hingga, dan pecahan berkelanjutan. Dia meninggal muda secara tragis ketika masih berusia 32 tahun. Dalam masa hidupnya yang singkat, dia menghasilkan hampir 4.000 bukti, identitas, dugaan dan persamaan dalam matematika murni. Meskipun ia meninggal pada tahun 1920, kekayaan gagasan dan dugaannya di bidang-bidang seperti Fungsi Elliptic dan Teori Angka yang hampir semuanya benar ada di zamannya, dan terus menginspirasi dan penelitian langsung yang dilakukan oleh ahli matematika hari ini. Ahli matematika Universitas Cambridge, Godfrey H. Hardy, yang bekerja dengan Ramanujan, menyatakan pemikiran bahwa jika ahli matematika dinilai berdasarkan bakat murni pada skala dari 0 hingga 100, ia sendiri akan bernilai 25, JE Littlewood 30, David Hilbert 80, dan Srinivasa Ramanujan 100. Ramanujan mengatakan bahwa dewi Hindu Namagiri akan muncul dalam mimpinya, menunjukkan kepadanya bukti matematis, yang akan dia tulis ketika dia bangun.
6. René Descartes
René Descartes merupakan seorang filsuf dan matematikawan Prancis. Karyanya yang terpenting ialah Discours de la méthode (1637) dan Meditationes de prima Philosophia (1641). membangun banyak kerangka metode ilmiah modern. Dia menuliskan kerangka ini dalam karyanya Discourse on Method. Salah satu garis pemikiran utamanya adalah skeptisisme, bahwa segala sesuatu harus diragukan sampai dapat dibuktikan.
7. Insulin sebagai obat diabetes
Setiap tanggal 14 November diperingati sebagai hari diabetes di seluruh dunia?
Ternyata hal tersebut untuk memperingati dan mengenang jasa dari Frederick Banting dalam pengobatan diabetes. Frederick Banting memprakarsai penggunaan insulin pada manusia untuk kepentingan pengobatan diabetes.
Awalnya dia tidak pernah berpikiran akan hal tersebut, tapi pada suatu waktu saat dia tidur di rumahnya, dia bermimpi dan mendapat sebuah pencerahan akan fungsi insulin untuk mengendalikan penyakit diabetes pada manusia, hal ini belum terpikirkan sama sekali oleh ilmuan-ilmuan lainnya.
Setelah terbangun, Frederick segera melakukan eksperimen terkait mimpinya tersebut, dan benar saja insulin sangat baik bagi manusia penderita diabetes.
Karena penemuan hebatnya tersebut, pada tahun 1923, Frederick mendapatkan sebuah penghargaan Nobel pada kategori Fisiologi dan Obat. Penemuanya hingga saat ini telah membantu banyak orang di dunia.
(RIN)
(Rani Hardjanti)