Esoknya, ia pergi menemui pertapa. Sesampainya di sana, ia menyampaikan maksud kedatangannya. Si pertapa lalu memberi empat buah bungkusan kecil yang berisi senjata untuk melawan raksasa.
“Berikanlah bungkusan ini kepada anakmu. Keempat bungkusan ini masing-masing berisi biji timun, jarum, garam dan terasi. Jika raksasa itu mengejarnya, suruh sebarkan isi bungkusan ini!” ujar pertapa.
Raksasa datang menemui Mbok Rondo kedua kalinya. Ia memanggil Timun Mas. Saat Raksasa hendak menangkap Timun Mas, Timun Mas berlari sangat kencang .. Ketika Timun Mas melihat raksasa hampir menangkapnya, ia segera mengeluarkan senjata pertama
Lalu Timun Emas melempar bungkusan kedua yang berisi jarum. Dalam sekejap jarum-jarum itu berubah menjadi kumpulan pohon bambu yang tinggi dan runcing. Tapi meski kakinya tertusuk bambu beberapa kali, raksasa masih bisa bertahan dan terus mengejar Timun Mas.
Dalam keadaan terdesak, Timun Mas melempar bungkusan ketiga yang berisi garam. Seketika hutan yang dilewatinya berubah menjadi lautan luas dan dalam. Raksasa berhasil melaluinya.
Ia melemparkan bungkusan terakhirnya yang berisi terasi. Tempat yang dilaluinya pun menjelma menjadi lautan lumpur yang mendidih. Raksasa tercebur ke dalam lautan lumpur itu, kesakitan, lalu mati. Melihat anaknya pulang selamat, Mbok Rondo berucap syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa.
Demikianlah cerita rakyat timun mas. Pesan moral yang dapat diambil jadilah wanita yang kuat dan berani ketika menghadapi masalah.
(RIN)
(Rani Hardjanti)