Rio menilai adanya intoleransi di wilayah DKI Jakarta akan berpengaruh buruk terhadap masyarakatnya yang plural.
Bahkan dia mengibaratkan kasus tersebut bak fenomena gunung es.
"Tentu F-PDIP menganggap jakarta itu halaman indonesia, ibu kota negara kalau DKI Jakarta masih dianggap menjadi praktik demikian tentu itu akan menjadi preseden yang tidak baik untuk daerah-daerah yang lainya. Apalagi kita telah dibaluti sebagai NKRI," ujar dia.
"Beberapa fenomena atau tren di DKI JKT yang selama ini kita selalu anggap fenomena gunung es. Artinya ini adalah
beberapa hal saja yang muncul di permukaan," kata dia.
Diketahui dugaan aksi intoleransi datang mulai dari SD, SMP, SMA atau SMK.
(Natalia Bulan)