Jangan sia-siakan kesempatan itu ya, karena menurut Bandura memiliki banyak pengalaman merupakan cara yang efektif untuk kamu dapat mengembangkan self-efficacy yang baik.
Kamu akan banyak belajar ketika sedang mencoba pengalaman baru.
Mungkin tidak selalu berhasil, tapi di situlah kamu dapat belajar dan mengenal kemampuan dirimu lebih baik lagi. Ingat tidak ada proses yang instan ya.
2. Belajar dari Orang Lain
Ketika kamu melihat kesuksesan temanmu, ada baiknya kamu mencoba menanamkan mindset bahwa “mereka aja bisa, aku juga bisa dong!”.
Kamu boleh mengamati atau bertanya langsung pada mereka mengenai bagaimana mereka melakukannya atau bagaimana proses mereka bisa sampai pada titik kesuksesan mereka saat ini.
Mungkin kalian jadi saling sharing pengalaman dan kamu jadi dapat pelajaran, tips atau insight baru.
3. Motivasi Dari Orang Lain
Menemukan lingkungan sosial yang tepat juga merupakan faktor untuk meningkatkan self-efficacy.
Memiliki keluarga, teman dan pasangan yang suportif tentu akan membantumu berkembang.
Mereka akan mendukungmu dan menasihatimu tanpa membuatmu merasa dijatuhkan.
Dengan adanya dukungan, motivasi dan kepercayaan dari mereka bahwa kamu bisa, dapat membuatmu semakin percaya akan kemampuanmu sendiri.
Selain lingkungan sosial terdekat, kamu juga bisa mencari dosen yang kamu percaya untuk jadi mentor yang dapat membimbingmu.
4. Kondisi Fisik dan Mental
Self-efficacymu dapat menurun ketika sedang stres, burnout, kurang tidur atau sakit.
Makanya, perlu banget untuk menjaga kesehatan fisik dan juga mental.
Kamu perlu tidur cukup, makan teratur, rutin berolahraga hingga rutin melakukan konseling.
Kamu bisa konseling dengan psikolog yang ada di kampusmu atau dengan mentor di satu persen.
Kalau kamu mau coba untuk melakukan mentoring, kamu bisa langsung menghubungi mentor disini.
Setelah kamu memahami apa itu self-efficacy dan faktor apa saja yang mempengaruhinya, kamu bisa tonton video ini untuk tahu tips agar selalu siap menghadapi masalah.