3. Kemampuan Penyelesaian Masalah
Sering kali kendala yang kita alami juga banyak berasal dari faktor eksternal. Rencanamu gagal karena situasi di lapangan tidak mendukung.
Dosen pembimbingmu tidak setuju kalau kamu menggunakan metode penelitian yang kamu mau.
Kendala-kendala eksternal ini sering kali bikin kamu jadi frustasi dan akhirnya malah demotivasi.
Pepatah mengatakan, banyak jalan menuju Roma.
Mindset ini perlu kamu terapkan saat kamu mengalami hambatan. Saat cara A tidak berhasil, kamu bisa coba alternatif lain.
Keterampilan penyelesaian masalahmu diuji di saat-saat seperti ini. Yang paling penting, jangan langsung down kalau salah satu caramu tidak berhasil.
4. Resiliensi
Saat mengalami kegagalan, sering kali kita jadi terpuruk berkelanjutan. Akibatnya progres skripsi jadi mandek karena mood kita lagi buruk.
Hal ini wajar terjadi, tapi terpuruk kelamaan juga ga baik lho.
Dalam menghadapi keadaan sulit seperti ini, kita membutuhkan skill yang disebut dengan resiliensi atau kekuatan untuk bangkit dari keadaan sulit atau terpuruk tadi.
Hal ini sangat diperlukan mengingat akan beragam sekali tantangan yang dihadapi saat mengerjakan skripsi.
Orang yang resilien atau punya resilien diri yang tinggi akan lebih cepat bangkit setelah mengalami kegagalan.
Cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan resiliensi yaitu dengan cara mengubah persepsi kita terhadap kegagalan itu sendiri.
Seperti yang dibahas di poin 3 tadi, kalau kamu mengalami kegagalan anggap bahwa itu hanya salah satu jalan yang tidak bekerja.
Masih ada alternatif solusi lainnya yang bisa kamu coba untuk mencapai tujuanmu.
Skripsi memang punya dinamikanya sendiri. Tantangan dan hambatan pasti akan muncul dalam perjalanannya. Meski begitu, kamu bisa bekali dirimu juga dengan soft skill di atas supaya mental kamu juga tangguh dalam menghadapi tantangan yang ada.
(Natalia Bulan)