Pertama, Malaysia disebutnya memiliki kualitas pendidikan tinggi berkelas dunia. Ini dibuktikan dengan banyak perguruan tinggi di Negeri Jiran yang masuk daftar QS Top 100 Universities.
“Ada Universiti Malaya (UM), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Universiti Putra Malaysia (UPM),” ungkap Mr. Mohd. Mubarak bin Shamsuddin.
Alasan lain yang disampaikannya adalah biaya pendidikan di Malaysia “lebih bersahabat” dengan mahasiswa asal Indonesia yang berkeinginan studi lanjut.
Ia menjelaskan, bahwa Malaysia memiliki beberapa skema beasiswa (scholarships) yang terbuka bagi para pelajar dari Indonesia. Karena alasan inilah, Mr. Mohd. Mubarak bin Shamsuddin menyebut Malaysia bisa dipertimbangkan untuk segi biaya pendidikan.
Menutup presentasinya, ia mendorong agar mahasiswa FISIP UNS bersemangat untuk melanjutkan studi ke Malaysia yang salah satunya dapat difasilitasi oleh beasiswa dari Pemerintah Malaysia.
Untuk itu, ia menganjurkan mereka untuk mengecek berkala situs resmi ataupun media sosial Pemerintah Malaysia untuk mengetahui jadwal, persyaratan, dan mekanisme pendaftaran beasiswa.
(Awaludin)